Irjen Pol Mathius D Fakhiri ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri dan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yoga Triyono melakukan pertemuan guna menyiapkan langkah-langkah pengamanan secara menyeluruh yang ada di tanah papua pasca beberapa kejadian di Papua belakangan ini.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan, Polda Papua telah memberangkatkan penambahan perkuatan dari Satuan Brimob Polda Papua untuk memperkuat  Polres Pegunungan Bintang dan Polres Yahukimo.

Untuk perkuatan ke Kabupaten Yahukimo dari Polda Papua mengirim satu pleton dan satu pleton ke Pegunungan Bintang. Sebelumnya di Yahukimo sudah ada 1 pleton anggota Brimob, dengan penambahan 1 pleton tersebut maka perkuatan Brimob yang ada di Yahukimo menjadi 60 orang.

“Hari ini pejabat Polda akan kita kirim ke sana (Yahukimo dan Pegubing) seperti Dansat Brimob maupun dari Reskrim dan Intel untuk membackup Polres setempat dalam rangka  bagaimana melihat tempat kejadian perkara,” jelas Kapolda Mathius Fakhiri kepada wartawan di Mapolda Papua, Kamis (20/5).

Lanjut Kapolda, nanti Dansat Brimob juga akan menyiapkan secara teknis untuk bagaimana melakukan penindakan penegakan hukum di daerah tersebut. Sementara dari reserse akan melihat sejauh mana progress penyelidikan maupun penyidikan yang sudah dilakukan oleh Polres.

“Untuk Intel akan mengumpulkan bahan-bahan keterangan berkaitan dengan kejadian sebelumnya, baik yang ada di Kabupaten Yahukimo maupun di Pegunungan Bintang,” ungkapnya.

Disinggung apakah kejadian di Kabupaten Puncak, Yahukimo dan Pegunungan Bintang saling berkaitan. Kapolda Mathius Fakhiri menyebut tidak ada, tetapi mereka akan menggunakan isu yang sama.

“Mereka ini berupaya merampas senjata dari aparat TNI-Polri untuk melakukan kejahatan kemanusiaan. Tetapi dia akan bersinggungan mengikrarkan diri sebagai kelompok perjuangan meredeka. Padahal murni dia melakukan kejahatan baik itu pembunuhan, pemerkosaan, perampasan dan segala hal. Kita lihat kelompok baru, dia muncul seperti itu,” paparnya.

Menurut Kapolda, untuk kejadian di Kabupaten Yahukimo kemungkinan besar dia terkoneksi dengan KNPB. Sementara kejadian di Pegunungan Bintang belum. Namun kelompok ini mempunya senjata yang akan bergerak sembari melakukan hal-hal sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok lain dan akan mengikarkan diri sebagai komandan serta memberikan pangkat untuk kelompok ini.

Sementara itu, untuk pencarian dua senjata milik anggota TNI yang dirampas, pihaknya akan menggunakan pendekatan semua tokoh masyarakat termasuk pendeta untuk bagaimana bisa  mengembalikan senjata milik anggota.

“Kita lebih mengutamakan keselamatan anggota di lapangan. Kalau kita ceroboh itu justru menyumbang senjata dan amunisi untuk kelompok ini. Itu artinya kita menambah perkuatan terhadap mereka. Ini menjadi evaluasi kita dan kita akan mengingatkan kepada semua pasukan di lapangan,” kata Kapolda.

Kapolda sendiri sudah memerintahkan khususnya kepada anggota Polri baik yang ada di Polres khususnya di daerah rawan termasuk anggota Brimob yang melaksanakan Pamrahwan untuk selalu waspada kepada siapapun yang datang ke markas. Serta tidak keluar markas sendirian membawa senjata, karena itulah sasaran yang paling dicari oleh kelompok ini.

Sementara itu, Kapolres Yalimo AKBP Deni Herdiana menyampaikan pelaku pembacokan terhadap dua angota TNI di Yahukimo mengarah ke salah satu kelompok. “Penanganannya tetap kita melakukan penyelidikan, penyisiran dan pengejaran,” ucap Kapolres.

Kapolres mengatakan, dirinya bersama Dandim, para tokoh dan bupati telah melakukan pertemuan yang dipimpin langsung Bupati Yahukimo. Dalam pertemuan tersebut, para tokoh berkomitmen agar senjata yang dirampas harus dikembalikan selama 3 kali 24 jam.

Terkait dengan pelaku berinisial AY dan TM, Kapolsek mengaku belum sampai mengarah ke sana. Karena anggota masih mendalami dugaan dugaan keterlibatan pihak lainnya. 

“Kaitanya sama kelompok Senaf Soll ada, tapi yang eksekusi selaku eksekutor kita belum bisa memastikan apakah AY dan TM. Karena kelompok dia ada kelompok lain juga dan mengerucut ke kelompok itu. Mereka ini ada grup-grupnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, dua anggota TNI AD bernama Prada Ardi Yudi Ardiyanto dan Praka Muhammad Alif Nur tewas dibacok Orang Tak Dikenal (OTK) di seputaran penggalian material di ujung Bandara Nop Goliat, Dekai Kabupaten Yahukimo, Selasa (18/5). Dua senjata milik anggota tersebut dibawa kabur. (fia/nat)