KMP Mamberamo Foja saat sandar di  Pelabuhan Mokmer. Senin (22/6)  hari ini, KMP Masirei  akan berlayar melayani masyarakat dengan rute reguler. ( FOTO: Fiktor/Cepos)

BIAK-Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terus merespon berbagai masukan dan usulan dari semua pihak terkait pembukaan pelayaran reguler untuk beberapa rute, khususnya lagi di kawasan Saereri dan bebarapa kawasan lainnya. Hanya saja, pembukaan rute pelayaran itu tidak semuanya di bawah wewenang Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.  

   Rencananya untuk pelayaran reguler  KMP Masirei kembali akan berlayar, Senin (22/6) hari ini. Untuk itu masyarakat yang akan bepergian di wilayah dilalui kapal perintis itu dipersilakan dan segera melengkapi surat-surat perjalanan sebagai bagian dari upaya pencegahan atau protokol pencegahan Covid-19. 

  Adapun rute yang akan dilayari KMP Masirei itu adalah, rute Biak–Serui–Waren–Nabire dan sebaliknya. Pembukaan pelayaran KMP Masirei  besok itu adalah yang pertama kalinya setelah dilakukan lockdown sebagai bagian dari pembatasan jalur perhubungan darat dan laut akibat Covid-19. 

  “Besok (Senin 22/6) KMP Masirei sudah mulai melakukan pelayaran perdana. Silakan masyarakat yang akan pulang atau bepergian, namun hal yang perlu diperhatikan adalah melengkapi surat-surat jalan sebagai bagian dari upaya protokol pencegahan Covid-19,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Biak Numfor Fransisco Olla, S.Sos saat dikomfirmasi. 

   Selain KMP Masirei yang akan membuka jalur pelayaran reguler, KMP Kasuari Pasifik IV juga rencananya sudah mulai akan membuka jalur pelayaran reguler. Adapun jalur yang akan dilayani KM Kasuari Pasifik itu adalah Biak – Numfor – Manokwari dan sebaliknya. 

  Tak hanya KMP Masirei dan KMP Kasuari Pasifik IV yang membuka pelayaran reguler, KMP Mambramo Foja juga akan mulai akan membuka pelayaran reguler dengan rute Biak – Mambaro dan sebaliknya, lalu Biak – Bromsi dan sebaliknya.  

  “Yang Pemerintah Kabupaten Biak Numfor bisa lakukan kebijakan ya dilakukan, khususnya lagi untuk pelayaran kebeberapa kabupaten. Kalau untuk daerah lainnya tentunya itu kebijakan pemerintah setempat, jadi ada yang bisa dilakukan, khususnya lagi untuk beberapa pelayaran,” tandas Fransico Olla.

    Sementara itu, sebanyak 360 warga Biak Numfor (termasuk sejumlah warga Kabupaten Supiori) dari Manokwari kembali dipulangkan dengan menggunakan KMP Kasuari Pasifik IV dan tiba di Pelabuhan Mokmer, Sabtu (20/6) pagi. 

  Warga yang tiba di pelabuhan langsung diperiksa kesehatannya, termasuk suhu tubuhnya. Hanya saja di lapangan masih ditemui ada beberapa penumpang yang tidak memperlihatkan hasil rapid test (RDT). Pemerintah Kabupaten Biak Numfor kembali menghimbau semua warga supaya tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19. (itb/tri)