Para pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh dan bisa pulang ke rumah saat dilepas Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura Rustan Saru, Ketua Pansus DPRD Kota Jayapura Yuli Rahman dan Kadinkes Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari di Hotel Sahid Papua, Rabu (10/6) lalu. ( foto: Humas Pemkot For Cepos)

*Makanan yang Diberikan kepada Pasien Sudah Penuhi Gizi 

JAYAPURA- Pernyataan Ketua Komisi V DPRP Papua Timiles Yikwa yang menyebut makanan bagi  pasien positif covid di Hotel Sahid Entrop tidak sesuai standart gizi langsung dibantah oleh Ketua Tim Gugus Covid-19 Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM. 

 Selain itu dia juga menyesalkan statmen tersebut karena bisa membuat opini yang menyesatkan bagi Pemkot Jayapura, Tim Gugus, maupun Pansus, karena selama ini dalam memberikan pelayanan kepada pasien Covid-19 yang dirawat di Hotel Sahid Papua  sudah maksimal. 

Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura Rustan Saru mengungkapkan, pemerintah sudah totalitas bekerja keras mengurus warga Kota Jayapura untuk disembuhkan dan diselamatkan dari virus Corona, dimana rumah sakit di Kota Jayapura sudah tidak bisa menampung lagi, sehingga solusinya dilakukan perawatan untuk yang positif OTG ringan di Hotel Sahid dengan diberikan makan sehari tiga kali dan asupan lainnya.

  Rustan Saru juga sudah bertemu dengan pihak hotel terkait berita tersebut apakah benar, makanan yang disajikan tidak segar dan tidak bergizi, dari pihak hotel mengaku makanan yang disajikan untuk pasien Covid-19 semua segar mulai dari bahan yang langsung dibeli di pasar seperti sayur-sayuran, buah-buahan, sedangkan ikan langsung di TPI Hamadi, termasuk berasnya yang premium merek 99. Dan ada koki yang memasak sesuai standart hotel. Jadi tidak main-main dalam memberikan pelayanan kepada warga yang dirawat di hotel, karena petugas medis juga standby di hotel.

 “Di Hotel sahid kita buka mulai tanggal 12 Mei sampai dengan hari ini dan akan berakhir 30 Juni 2020, di sana sampai hari ini dikarantina orang sudah 213 orang di Hotel Sahid dan Muspagco, nah 213 pasien diberikan makan tiga kali, bisa nasi kuning, nasi goreng, nasi putih atau bubur ayam atau kacang hijau sesuai permintaan pasien dan menunya diganti-ganti, termasuk ada petugas yang memeriksa makanan,’’ungkapnya.

  Hanya saja kalau ada berita seperti tentu harus ada konfirmasi kepada tim gugus tugas, tentu setiap orang selera makan berbeda, apalagi jika ada gejala penyakit, sehingga dikatakan nasi keras, kurang gizi ini harus diverifikasi, karena dia langsung makan tidak mungkin keras, tapi kalau dia tidak langsung makan nunggu lama tentu kondisi makanan bisa berubah dan ini juga masukan dari Tim gugus tugas untuk bisa melakukan evaluasi pengawasan lebih ketat lagi.

 Namun Rustan mengaku, selama ini pelayanan sudah dilakukan dengan baik, buktinya sudah ada 25 orang yang sembuh dan kini sudah dipulangkan. Untuk itu, dalam memberikan penyampaian kepada masyarakat juga harus bijak dan seimbang, sehingga tidak menciptakan keresahan kepada masyarakat.

 Di tempat terpisah Ketua Pansus dan anggota DPRD Kota Jayapura Yuli Rahman memberikan apresiasi, kepada wali Kota Jayapura, Tim Gugus Tugas Covid, Dinas kesehatan Kota Jayapura dan managemen Hotel Sahid sudah memberikan pelayanan yang baik kepada pasien yang dirawat di sana, buktinya ada 25 pasien yang dinyatakan sembuh dan bisa pulang. 

 Dan terkait pelayanan yang dianggap dalam menyajikan makanan tak memenuhi gizi baginya yang disampaikan semua masakan sudah bergizi. Dan tak selamanya yang bergizi itu daging tapi bisa tahu, tempe, telur dan jika empat sehat lima sempurna ada buahnya.

“Memang kami juga minta kesabaran warga dalam menjalani pengobatan di hotel, karena di Hotel Sahid ini yang dirawat OTG yang fisiknya kuat tetapi setelah di swab test positif, sedangkan yang sedang dan berat dirawat di Rumah Sakit,’’imbuhnya.

 Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari menambahkan, kalau bicara dalam memberikan makanan ini tentu  subjektif jadi pasien satu dengan pasien lainnya tentu berbeda, seperti pasien yang sudah tinggal lama tentu pasti merasakan bosan, menganggap makanan tidak enak, basi, jadi bagaimanapun Pemkot, Tim Gugus Tugas, managemen hotel tetap ingin memberikan pelayanan yang terbaik. 

  Ya, walaupun dengan anggaran terbatas tetap diusahakan  wali kota melakukan penggalangan dana kepada pimpinan OPD untuk  membantu termasuk masyarakat banyak membantu baik dalam membelikan buah bagi pasien di sana, karena masyarakat juga tahu dengan anggaran terbatas tidak mungkin terus memberikan makanan yang wah diinginkan  pasien secara pribadi. Tapi sejatinya dalam memberikan makanan bagi pasien yang dirawat setiap hari diberikan 3 kali, dan jika diliat dalam memberikan makanan ada lauknya, sayurnya, ada nasinya terus ditambah lagi buahnya sesuai anggaran.

 “Jadi kita juga sampaikan kepada pasien jika sudah sembuh mau makan enak di rumah silakan, karena ini dalam masa perawatan, tapi kami juga membuka kesempatan bagi keluarga yang memberikan makanan dari rumah tidak ada pembatasan nanti pegawai hotel memberikan ke pasien namun tetap dikontrol oleh tim kesehatan jangan sampai makanan ini membahayakan selama perawatan,’’jelasnya.

  Kadinkes juga berpikir, seharusnya tidak ada komentar di media seperti itu, kalaupun ada keluhan dari masyarakat sebaiknya komentarnya sabar-sabar karena ini dalam kondisi yang darurat, pihaknya mau dengan anggaran yang terbatas makanan yang disajikan yang penting bergizi walaupun ada yang bosan.

Kadinkes juga berusaha membuat menu dan bagi pasien yang selama ini dirawat di kamar juga dibawa keluar dan ini pelayanan yang terbaik yang sudah semua lakukan, kalau tidak ada yang puas tentu pihaknya tidak bisa memuaskan semua orang  apalagi ratusan orang yang dirawat.(dil/wen)