KPU Mamberamo Raya Tetapkan Bupati-Wabup Terpilih

Doren Wakerkwa ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA-Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Doren Wakerkwa mengakui adanya surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk rencana pelantikan bupati-wakil bupati (wabup) terpilih Merauke dan Keerom.

Gubernur Papua menurut Doren Wakerkwa juga sudah mengusulkan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk proses Surat Keputusan (SK) pelantikan bupati-wabup terpilih Merauke dan Keerom. Pasalnya, masa jabatan bupati dan wakil bupati periode sebelumnya, berakhir pada bulan Februaro 2021.

“Untuk Kabupaten Merauke dan Keerom, sedang diproses. Sementara untuk kabupaten lainnya masih menunggu tahap selanjutnya. Pemprov Papua sudah mengusulkan kepada Mendagri untuk proses SK pelantikannya,” ungkap Doren Wakerkwa kepada Cenderawasih Pos, Kamis (18/2).

Dikatakan, sambil menunggu proses pelantikan bupati-wabup terpilih, khusus untuk Kabupaten Merauke telah ditunjuk Sekda Merauke sebagai Plh (pelaksana harian) Bupati Merauke. Demikian pula untuk Kabupaten Keerom, menurut Doren Wakerkwa nantinya Sekda Keerom akan ditunjuk sebagai Plh. Bupati Keerom.

“Tentunya untuk menjaga stabilitas pemerintahan, maka Sekda yang akan menlanjutkan tugas sebagai Plh bupati,” tambahnya.

Terkait dengan proses yang sedang berlangsung, Sekda Doren Wakerkwa meminta masyarakat di Kabupaten Merauke dan Keerom untuk bisa lebih bersabar. Sebab saat ini SK pelantikan masih dalam tahapan proses.

“Penyampaian SK Pelantikan Bupati dan Wabup kepada Mendagri sudah dilakukan 3 hari yang lalu. Kita tunggu saja beberapa hari kedepan. Nantinya yang akan melakukan pelantikan bupati-wabup Keerom dan Merauke adalah Gubernur Papua,” pungkasnya.

Sementara itu, KPU Mamberamo Raya akhirnya melakukan rapat pleno rerbuka penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Mamberamo Raya terpilih, Kamis (18/2).

Pleno ini dipimpin langsung Theodorus Kossay yang juga menjabat sebagai Ketua KPU Papua didampingi enam komisioner lainnya yakni Fransiskus Letsoin, Zufri Abubakar, Zandra Mambrasar, Diasa Simbiak, Melkianus Kambu dan Adam Arisoi.

Hadir dalam pleno ini calon bupati terpilih, DR (HC) Jhon Tabo, SE., MBA. Sedangka wakilnya Ever Mudumi  tidak bisa hadir karena sedang berduka.

Sementara tiga kursi lainnya yang diperuntukkan bagi paslon nomor urut 01, nomor urut 02 dan nomor urut 03  terlihat kosong. Meski demikian, KPU Mamberamo Raya tetap melanjutkan proses pembacaan berita acara penetapan. Dimana, pasangan calon nomor urut 04 Jhon Tabo dan Ever Mudumi ditetapkan dengan berita acara nomor 04/PL.02.7-BA/9120/KPU-Kab/II/2021.

Theodorus Kossay menyampaikan bahwa hasil akhir yang aman dan tertib ini tak lepas dari koordinasi yang solid antar penyelenggara dan perangkat lainnya. Dengan ini Theo membuktikan sekaligus membantah berbagai prediksi tentang Mamberamo Raya yang bakal menyala.

“Sebelumnya banyak yang memprediksi Mamberamo Raya menjadi daerah rawan dan akan pecah. Tapi semua aman terkendali dan ini tak lepas dari solidnya koordinasi. Kami bahkan sampai jam 2 pernah masih saling berkoordinasi,” bebernya di Hotel Mercure, Kamis (18/2).

“Ada komunikasi yang intens antara KPU, Bawaslu, Kapoles,  Dandim dan lainnya. Selain itu pemahaman 4 pasangan calon sangat baik,” sambungnya. Dari pleno ini dikatakan tugas KPU selesai.

Sementara Bupati Mamberamo Raya Terpilih Jhon Tabo menyampaikan bahwa ada tanggung jawab berat memimpin Mamberamo Raya. Namun dirinya yakin kehadirannya untuk menghapus air mata rakyat.

“Ini proses demokrasi yang benar – benar profesional dan seluruh Indonesia bisa belajar dari Mamberamo Raya. Saya bangga punya rakyat yang memiliki rasa tanggung jawab, rasa memiliki dan toleransi. Dan yang ingin merubah hidup harus belajar dari Mamberamo Raya,” tegasnya.

Jhon Tabo menyampaikan kepada paslon nomor urut 01, paslon 02 dan paslon  03 bahwa pertandingan sudah selesai. Kini waktunya bersatu mewujudkan semboyan yang disampaikan mantan Bupati Mamberamo Raya almarhum Demianus Kyeuw-Kyeuw, seribu satu misteri sejuta harapan.

“Harapan ini harus menjadi kebahagian dari air menetes hingga ombak picah. Saya hadir bukan karena keinginan saya dan bukan  cari jabatan atau cari perut. Tapi karena air mata rakyat datang meminta saya sehingga kita harus hapus  air mata ini denga pembangunan dan kesejahteraan maupun pendidikan,” tutupnya. (ana/ade/nat)