JAYAPURA-Kapolda Mathius Fakhiri didampingi Kapolres Jayapura melihat langsung kondisi Mapolsek Kawasan Bandara Sentani yang ikut terbakar. Kapolda juga bertemua dengan keluarga korban di lokasi kejadian. 

Usai melakukan peninjauan, kepada awak media Kapolda Mathius Fakhiri menyayangkan aksi pembakaran tersebut. Menurutnya, harusnya persoalan apapun yang terjadi di masyarakat, ada aparat penegak hukum yang seharusnya mereka datangi untuk melapor dan akan dimediasi.

“Di Sentani sering terjadi beberapa kejadian hingga berimbas pada pembakaran. Ini tidak boleh terulang. Saya harap ke depan di Kabupaten Jayapura hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ucap Mathius Fakhiri. 

Atas kejadian tersebut, Kapolda memerintahkan Kapolres Jayapura untuk melakukan penyelidikan dan memproses masalah ini sesuai mekanisme hukum yang berlaku, sehingga ada rasa keadilan.

“YE merupakan pelaku utama dan otak dari kejadian ini, bahkan dia yang membakar. Kita akan dilihat perannya, yang bersangkutan sudah diamankan,” ungkapnya.

Lanjut Kapolda, selain mengamankan YE, sebanyak 40 orang lainnya yang ikut serta pada malam kejadian akan dicari dan ditahan serta diproses sesuai dengan peran mereka masing-masing.

“Untuk pelayanan tetap jalan. Saya sudah perintahkan Kapolres mencari bangunan terdekat dan melakukan pelayanan. Ada kantor ataupun tidak ada kantor bahkan di tenda sekalipun pelayanan terhadap masyarakat tetap jalan. Kejadian ini tidak menganggu kedatangan kontingen PON,” tegasnya. 

Sementara itu salah seorang korban H. Arham menyebutkan, Senin (6/9) malam sekira pukul 23.00 WIT., terdengar suara keributan di belakang tempat tinggalnya. Tak lama kemudian muncul api di dua titik yang berbeda yaitu bagian timur dan bagian barat.  

“Awalnya saya ada main handphone di rumah dan dengar ada ribut di belakang. Tak lama kemudian ada orang lari di atas atap. Saya dengar juga ada suara teriakan yang bilang tembak-tembak. Saya kira ada pencuri, jadi saya tenang tenang saja main handphone,” bebernya saat ditemui Cenderawasih Pos di sekitar lokasi kejadian, kemarin. 

Perkiraan H. Arham ternyata meleset, keributan yang didengarnya bukan pencuri yang dipergok warga tetapi aksi penyerangan dan pengrusakan yang akhirnya menimbulkan kebakaran.

Dia menduga, kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah termasuk rumahnya itu, disebabkan karena sengaja dibakar oknum atau warga yang melakukan penyerangan. 

“Dugaannya sengaja dibakar, karena ada ribut dulu, kemudian ada yang teriak ada api. Tidak lama api besar dan kami tidak bisa menyelamatkan harta benda,” ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos di lokasi kejadia, api baru bisa dipadamkan Selasa (7/9) dini hari sekira pukul 04.00 WIT. (roy/fia/nat)