DUTA KAMTIBMAS: Empat orang pelaku penyelundupan Miras saat menjalankan tugas sebagai Duta Kamtibmas memberikan imbauan kepada warga di Bandara Sentani, Rabu (12/6).Yewen/Cepos

SENTANI-Empat pelaku penyeludupan minuman keras (Miras) dari Bandara Sentani ke Bandara Wamena yaitu FS (teknisi di salah satu maskapai), AS (pengangguran), MT (pegawai honorer di salah satu instansi di Bandara Sentani) dan S (karyawan bidang jasa di Bandara Sentani) diberi sanksi sosial.

Sanksi sosial yang diberikan yaitu keempat pelaku disuruh menyampaikan imbauan kepada warga terutama penumpang di sekitar Bandara Sentani untuk tidak menyelundupkan Miras.

Selain itu, mereka juga berjanji tidak lagi melakukan penyeludupan Miras dari Bandara Sentani ke bandara lainnya yang ada di Papua.

Dari pantauan Cenderawasih Pos, keempat pelaku yang dijadikan Duta Kamtibmas Polres Jayapura terlihat memberikan imbauan kepada masyarakat. Menggunakan megaphone (pengeras suara), AS salah satu pelaku memimpin rekan-rekannya memberikan imbauan kepada warga untuk tidak menyelundupkan Miras. melalui pesawat udara.

“Kami mengimbau kepada saudara-saudari agar tidak melakukan penyeludupan minuman beralkohol seperti yang kami lakukan,” ucap AS di depan para calon penumpang di ruang keberangkatan Bandar Udara Sentani, Rabu (13/6).

AS berjanji tidak akan melakukan perbuatan yang sama, yaitu melakukan penyeludupan Miras di Bandar Udara Sentani. “Kami berjanji untuk tidak lagi melakukan perbuatan yang sama,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Jayapura, AKBP. Victor Dean Mackbon melalui Kapolsek Kawasan Bandar Udara Sentani, Ipda Baharudin Buton mengungkapkan, sanksi sosial ini diberikan untuk memberikan efek jera kepada pelaku agar tidak lagi melakukan perbuatan yang sama ke depannya.

“Kami harapkan imbauan yang dilakukan oleh para pelaku ini tidak hanya menjadi efek jera bagi mereka, tetapi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyelundupkan Miras melalui pesawat udara,” ungkapnya. 

Sebelumnya pihak keamanan dari berbagai unsur di Bandara Sentani berhasil menggagalkan penyelundupan 144 botol Miras dari berbagai jenis. Miras tersebut akan dikirim melalui salah satu maskapai penerbangan dari Bandara Sentani ke Bandara Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Senin (10/6) kemarin.

“Miras ini kami amankan dari compartemen salah satu maskapai yang hendak terbang dari Bandara Sentani ke Bandara Wamena,” Baharudin Buton.

Baharuddin menyebutkan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku penyeludupan Miras ini.

“Dari hasil interogasi para pelaku sudah dua kali melakukan penyeludupan Miras dari bandara Sentani ke bandara Wamena. Mereka ini memiliki peran berbeda untuk menyeludupkan miras ke dalam pesawat tanpa melalui x-ray,” jelasnya.

Baharuddin, menyampaikan bahwa miras yang digagalkan ini saat ini telah diamankan di Mapolsek Bandara Sentani dan selanjutkan akan dimusnahkan. 

Sementara itu, dari Wamena Polsek KP3 Bandara selain menemukan 336 botol Miras, juga telah mengamankan seorang oknum teknisi maskapai penerbangan dan karyawan magang. Keduanya telah dikirim ke Jayapura untuk diproses Polsek KP3 Bandara Sentani Jayapura.

Kepolisian juga sudah mendapat kepastian jika para pelaku yang merupakan orang dalam ini bakal dipecat oleh perusahaan yang mempekerjakan mereka.

Kapolres Jayawijaya, AKBP. Tonny Ananda Swadaya melalui Kapolsek KP3 Bandara Wamena Ipda Enceng Kurniadi menyatakan, pihaknya tidak mengintervensi terhadap sanksi yang diberikan kepada dua pelaku yaitu FS dan MT yang telah dipulangkan ke Jayapura. 

Pihaknya hanya berkoordinasi dengan perusahaan tempat pelaku bekerja untuk diproses sesuai dengan aturan perusahaan.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak maskapai dan mereka akan melakukan penindakan dengan memecat oknum karyawannya yang melakukan penyelundupan,” tuturnya saat dihubungi via ponselnya, Rabu (12/6). 

Secara terpisah kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, Joko Harjani mengatakan, terkait dengan penyelundupan Miras kemarin,  Bandara Wamena merupakan bandara tujuan. Artinya dalam pengawasan barang yang masuk tak bisa menggunakan x-ray.

Untuk pengawasan yang lain menurut Joko Harjani, pihaknya bakal memperketat pengawasan di pintu masuk Bandara Wamena yaitu pada pintu perimeter I dan perimeter II. 

“Namun kalau yang bermain itu adalah orang dalam dari aviasi itu, kewenangannya ada di aviasi penerbangan. Tapi kami akan melakukan pengawasan terhadap personel atau krew dari aviasi penerbangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, terkait dengan oknum yang menyelundupkan Miras ini, maka pihak maskapai akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan aturan yang ada dalam perusahaan penerbangan itu. “Proses terhadap para pelaku ini juga ditangani oleh kepolisian di Bandara Sentani Jayapura,” tambahnya.  (bet/jo/nat)

DIDOAKAN: Waket DPD Partai Demokrat Provinsi Papua,  Dr. Yunus Wonda saat didoakan seorang warga saat berkunjung ke Kabupaten Puncak Jaya beberapa waktu yang lalu.

Demokrat Optimis Terjadi Perubahan Peta Politik

JAYAPURA-Meski KPU Provinsi Papua telah melakukan pleno perolehan suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, Partai Demokrat optimis bila Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan dilakukannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) atau penghitungan suara ulang di sejumlah kabupaten seperti yang direkomendasikan oleh Bawaslu Papua maka peta politik diyakini akan berubah.

 Peta politik maksudnya adalah perolehan suara mengingat sebagian besar daerah yang berpeluang dilakukan PSU adalah basis partai berlambang mercy ini. Informasi yang diperoleh beberapa kabupaten yang berpeluang dilakukan PSU atau penghitungan suara ulang adalah Puncak Papua (PSU), Puncak Jaya (Penghitungan Ulang), Intan Jaya (PSU), Paniai (PSU), Kabupaten Jayapura, Mamberamo Raya  dan  tiga distrik di Kota Jayapura (PSU) termasuk Jayawijaya. 

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua,  Dr. Yunus Wonda menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil putusan sengketa di MK. 

Bila MK memutuskan untuk PSU atau penghitungan suara ulang diyakini menjadi keuntungan bagi Partai Demokrat. “Peluang masih ada. Sebab kalau sesuai dengan apa yang direkomendasi Bawaslu maka PSU di lokasi yang disebutkan adalah basis suara kami. Ada banyak suara kami juga hilang sehingga bila dilakukan pemungutan atau penghitungan ulang, kami cukup yakin akan merubah peta kekuatan,” jelas Yunus Wonda dalam wawancara di Sentani pekan kemarin. 

Apalagi menurut Yunus bila Puncak Jaya kembali dilakukan penghitungan suara ulang maka besar kemungkinan suaranya disana akan berubah.  “Itu jika mengikuti jumlah suara terakhir, cuma kami kan tak harus ribut di daerah, kasihan masyarakat,” bebernya. 

Namun secara politis pihaknya tak akan memaksakan untuk ngotot demi sebuah kemenangan. Bila akhirnya Demokrat dinyatakan kalah dan menempati posisi seperti yang diumumkan KPU, kata Yunus pihaknya siap. “Bagi kami seperti itu, apakah mau PSU atau tidak juga tak jadi masalah.  Artinya bila betul NasDem yang memimpin ya tidak apa-apa. Kami dalam posisi menerima apapun hasilnya,” imbuhnya. 

 Yunus mengaku sikap ini ia banyak belajar dari sosok Jhon Ibo dimana Jhon Ibo selalu siap menerima apapun hasil politik. “Saya  ingat ketika memimpin sidang menggantikan beliau. Ia turun menjadi anggota biasa namun berjiwa besar, menerima dan tetap aktif sebagai anggota. Beliau banyak memberi contoh jadi kalau akhirnya tak ada PSU dan kami kalah ya itu kenyataan, toh tak ada jabatan yang abadi,” pungkas Yunus Wonda. (ade/nat)