Tampak suasana Kongres  ke-VIII Persekutuan Gereja – Gereja Baptis Papua, (PGBP)  di Pirime Kabupaten Lanny Jaya,  Senin, (20/12). ( FOTO: Noel/Cepos)

PIRIME-Persekutuan Gereja – Gereja Baptis Papua, (PGBP) telah mengakhirnya Kongres Ke – VIII dengan  menetapkan Pendeta Ronny Wanimbo  sebagai Ketua PGBP Papua periode 2020 – 2025.

Kegiatan kongres yang berlangsung sejak tangal 14 hingga 19 Desember 2020 ini melibatkan peserta dari 19 wilayah pelayanan PGBP se-Provinsi Papua – Papua barat.

Ketua PGBP terpilih Pdt. Ronny Wanimbo mengatakan,  meski dalam situasi Covid-19 tetapi umat Baptis dengan komitmennya mengikuti protokoler kesehatan melakukan kongres dengan baik hingga selesai.

“Kedepan kami memiliki visi misi adalah kerja. Baptis harus bangkit mandiri dan visioner. Gereja Baptis harus bangkit dari segala ketertinggalan kelemahan dan harus kuat serta mandiri maju dalam meningkatkan kualitas iman yang benar. Sehingga menyampaikan Firman Tuhan menjadi kesukaan dan gereja menjadi berkat tidak hanya di Papua tetapi di seluruh dunia,” ungkap Pdt. Ronny Wanimbo  di Pirime, Kabupaten Lanny Jaya,  Senin, (21/12).

Pdt. Wanimbo mengatakan pihaknya berencana dalam kepemimpinanya akan mendorong generasi muda sebagai tulang punggung gereja untuk berpikir tentang pelayanan yang mandiri visioner.

“Kita akan  fokuskan  kepada pemuda untuk memandirikan mereka dalam pembinaan dan pengabaran Injil. Prioritas gereja Baptis adalah penginjilan internal dan eksternal. Jadi untuk internal ada jemaat yang murtad, suam-suam kuku, kasihnya menjadi dingin, ini yang  kita beri seminar dan penguatan  di umat Baptis. Penginjilan eksternal adalah kita keluar mengabarkan Injil ke seluruh pelosok yang  belum menerima Injil. Untuk itu, kami berharap adanya dukungan seluruh jemaat Baptis dalam menyampaikan kesabaran Injil dan pengembangan wilayah partisi Papua,” katanya.

Sementara itu, mantan Ketua PGBP Periode 2015 – 2020, Pendeta Titus Yikwa berharap kepada ketua dan pengurus yang baru untuk pelayanan harus tetap bersatu. Serta memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan semua program-program yang dikesepakatan dalam kongres.

“Harapan saya bahwa terutama fokus ke penginjilan. Hari ini semangat luar biasa dan kongres ini juga banyak mujizat dengan dana yang besar mencapai Rp 10 miliar dan pirime banyak pembangunan. Selama masa kepemimpinan saya, ada 26 penambahan jemaat baru dan diusahkan tahun mendatang pendapat tercapai 250 gereja. Ini harapan saya bagi pengurus baru. Karena umat Baptis ada 320 jemaat dari 21 wilayah dan yang ikut kongres hanya 19 wilayah,” katanya.

Secara terpisah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Lanny Jaya, Enius Wenda, S.PAK mewakili pemerintah daerah menyampaikan bahwa pada dasarnya pemerintah mendukung setiap program pelayanan yang dilakukan oleh PGBP.

“Kita telah mendukung dalam kegiatan kongres dari awal. Dari pembangunan gedung bersama masyarakat dan kami minta kepada pengurus baru mereka harus siap. Kami dari pemerintah akan mendukung dan bersama jemaat Baptis,” tegasnya.

Pihaknya juga apresiasi adanya penyesuain uang sisa kegiatan sebesar Rp 1 miliar untuk perpuluhan yang menjadi awal pelayanan PGBP dengan pengurus baru.

Diakuinya, untuk pelaksanaan kongres  tahun ini memang terjadi berbagai persoalan namun ia berharap kedepannya tidak terjadi hal demikian. “Kami minta harus  ada penataan ulang mekanisme cara pemilihan pada kongres mendatang harus ditentukan dengan baik. Karena kongres harus memiliki wibawa. Kami harapkan kedepan jemat Baptis harus terus mendukung pelayanan dengan doa, daya dan dana,” pungkasnya. (oel/nat)