Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua,SE, MSi bersama Forkopimda menyaksikan Running  atau uji coba Peralatan PCR yang sudah dimiliki RSUD Wamena untuk melakukan pemeriksaan Swab pasien Covid -19. ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-Alat Polimerase Chain Reaction (PCR) yang dimiliki RSUD Wamena kini telah beroperasi untuk melakukan pemeriksaan sampel swab bagi pasien yang hasil rapid test-nya reaktif. Karena itu, sampel swab tidak lagi dikirim ke Labkesda Provinsi Papua di Jayapura namun akan langsung ditangani oleh Laboratorim RSUD Wamena.

   Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, usai melihat uji coba peralatan alat  Biolgycal Safety Cabinet (BSC) sudah terpasang dengan alat Tes Cepat Molekuler Tubercolosis (TCM TB) yang digunakan untuk mendeteksi Corona mengakui   tim dari Provinsi telah tiba di Wamena untuk melakukan uji coba alat.

  “Mudah -mudahan besok sudah mulai dioperasikan alat ini, kita di wilayah Lapago untuk pemeriksaan Swab sudah tidak perlu lagi untuk mengirim ke Provinsi lagi, tetapi RSUD Jayawijaya sebagai rumah Sakit Rujukan dengan alat ini kita sudah bisa melakukan pemeriksaan PCR ini,”ungkapnya Senin (15/6) kemarin.

   Menurutnya, dalam sehari targetnya   bisa dilakukan hingga 30 sampel Swab, karena alat ini tak bisa diforsir dan tetap dijaga dengan baik agar bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Sementara untuk mengetahui hasil sampel swab yang diperiksa itu hanya butuh waktu 45 menit dengan alat ini.

  “Mungkin dalam waktu 45 menit ini ada 4 hasil yang sudah bisa dikeluarkan karena alat TCM ini memiliki 4 chamber yang bisa dioperasikan sekaligus,”jelas Bupati Jayawijaya.

   Setelah alat ini dioperasikan, kata Jhon Banua, ia akan melakukan koordinasi bersama Kapolres Jayawijaya dan Dandim 1702/ Jayawijaya untuk mulai melakukan sweeping per wilayah untuk diperiksa total, sehingga kalau ada hasil rapid yang reaktif maka langsung dikarantina dan dilakukan pemeriksaan swabnya.

   “Kita tidak perlu tempat karantina yang banyak lagi, karena selama ini kita tunggu hasil dari Provinsi hingga 1 sampai dengan 2 minggu, namun sekarang kita punya alat sendiri sehingga bisa mengatur irama ditempat karantina,”katanya

   Selama ini, lanjut Jhon Banua, pelaksanaan rapid test tanpa dipungut biaya bagi mereka yang akan bepergian keluar daerah, sehingga dari hasil rapid tes itu ada yang reaktif dengan otomatis akan langsung dilakukan swab, kalau masyarakat menginginkan untuk swab akan dilihat lagi perkembangan dari hasil rapid tesnya.

   “Kita tahu catridge  yang terpasang untuk TCM ini mahal dan susah didapatkan, kalau diorder itu butuh waktu 1-2 bulan baru bisa mendapat catridge,”ujarnya.

  Di tempat yang sama Kepala Seksi TB dan Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua Marthen  Robaha, SKM mengatakan, alat TCM sebenarnya sudah ada di Wamena dan ada 2 unit di RSUD Wamena dan Puskesmas Wamena kota, sehingga ia dan timnya datang untuk merunnig atau Upgrade menjadi pemeriksaan Covid -19.“Syarat alat ini bisa berjalan maka kita harus menggunakan BSC yang didatangkan oleh Pemda Jayawijaya barulah bisa dihubungkan untuk meruning alat karena ini harus sinkron sesuai dengan Standar kemenkes,”jelasnya. (jo/tri)