Bupati  Merauke Frederikus  Gebze, SE, M.Si saat  memantau kesiapan  Bandara Mopah Merauke saat   penerbangan  penumpang  dibuka mulai 19 Juni mendatang,  Selasa (16/6)  (FOTO: Sulo /Cepos )

MERAUKE-Dalam  rangka  pembukaan  penerbangan  penumpang yang  dimulai   19 Juni mendatang,  Bupati  Merauke  Frederikus  Gebze, SE, M.Si, memantau  kesiapan Bandara Mopah Merauke di terminal  keberangkatan dan   kedatangan Bandara Mopah Merauke. 

  Dalam perbincangan dengan Plt Otoritas Bandara Wilayah X  Papua  Merauke dan  pihak Pengelola Bandara serta  pejabat  Pemkab Merauke yang mendampinginya, Bupati  Merauke meminta agar saat  pembukaan dan  kedatangan   pesawat  pertama  nanti agar digelar  doa bersama  5  tokoh  agama. 

   Hal ini penting untuk memulai aktivitas di Bandara Mopah   Merauke  tersebut setelah  hampir  3 bulan lamanya ditutup.   Hanya saja,  saat wartawan akan meminta keterangan  lebih  lanjut, orang nomor satu di Merauke   ini berusaha menghindari  wartawan. 

   Plt   Kepala Otoritas Bandar Udara  Wilayah X  Yudi Wahyudi mengungkapkan bahwa terkait dengan kesiapan bandara semuanya sudah disiapkan sesuai dengan  aturan yang  berlaku  dari gugus tugas Covid-19   Nomor 7 PM I dan SJ 13  terkait petunjuk tehnis.  “Tapi  sudah dibuat roadmap   pada saat  kapan penumpang   tiba dan kapan penumpang  berangkat. Semuanya    sudah disimulasi. Termasuk surat edaran bupati, sudah ditetapkan   semua tehnis dan operasi supaya   tercipta  protokol Covid-19  di Kabupaten  Merauke,’’ terangnya.   

   Sementara jadwal penerbangan, kata dia, secara wilayah  sudah dibuka. Tidak ada lagi pembatasan  penumpang. ‘’Tinggal jadwal dan lain-lainnya itu  hak  prerogatif airline   menentukan kapan dan harinya. Karena mereka dengan melihat  petunjuk  tehnis, cost dan lain-lainnya,’’ jelasnya.    

   Ditanya  soal  surat putusan Kepala Otban X sebelumnya terkait penutupan  penerbangan  penumpang  di Papua,  Yudi Wahyudi   menjelaskan bahwa surat  tersebut sudah dicabut  dan tidak berlaku  lagi.  Bagaimana  dengan penerbangan  perintis   ke pedalaman,     Yudi Wahyudi  menjelaskan bahwa  sebenarnya  semuanya bisa  beroperasi, namun tetap mengikuti  arahan  edaran dari  kepala daerah setempat  atau   surat Gubernur Papua.

  “Yang pasti  karena ini program Covid,  sepertinya semua  daerah di Papua menerapkan protocol Covid-19,’’  tandasnya. 

   Sementara Sales Manager Garuda  Merauke Muhammad Ilham mengungkapkan bahwa  jika  surat  edaran  bupati diterima  maka kemungkinan  penerbangan  perdana  ke Merauke  tersebut akan dimulai  21  Juni   mendatang. ‘’Tergantung  dari surat   edaran dari  Bupati  Merauke. Kalau   terima  hari ini, maka kemungkinan    tanggal 21  Juni  akan mulai  penerbangan  perdananya,’’ jelasnya. 

    Secara internal,  lanjut    dia, pihaknya  sudah siap. Hanya   pihaknya  harus menyesuaikan  dengan Peraturan  Gubernur  dan Bupati Merauke. “Saya salut kepada Bupati  Merauke yang sangat  cepat dan simple, jadi sangat membantu airline,” jelas Ilham yang mengakut tetap akan menerapkan protocol kesehatan dari pemerintah. (ulo/tri)