JAYAPURA– Tim Satgas Covid 19 Provinsi Papua melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Merauke, Senin (7/9) kemarin. Tujuan kunjungan tersebut tidak lain untuk memastikan bahwa penanganan Covid 19 dan protokol kesehatan yang dilaksanakan dengan baik.

“Waspada! Covid 19 belum berakhir. Dengan demikian, semua stakeholder di Papua tetap konsisten bahwa keselamatan dan kesehatan warga di Papua, dalam hal ini Kabupaten Merauke, menjadi prioritas utama di tengah tekanan masalah ekonomi,” kata Dr. Robby Kayame, SKM, M.Kes, Senin (7/9) kemarin.

Tim Satgas Covid 19 Provinsi Papua melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Merauke, Senin (7/9) kemarin. (Diskominfo for Cepos)

Kata Dr. Kayame, Kabupaten Merauke menjadi lokus kunjungan kerja Satgas Covid 19 Provinsi Papua karena merupakan daerah pertama yang terdampak Covid 19 pada 3 Maret 2020 lalu, sebelum Pemerintah Provinsi Papua menetapkan Pembatasan Sosial yang Diperkatat dan Diperluas (PSDD).

“Namun, Merauke juga menjadi salah satu daerah yang mendapatkan penghargaan secara nasional dalam penanganan Covid 19. Kabupaten Merauke mampu memberikan status hijau pada wilayahnya usai terdampak Covid 19, meskipun kini kembali harus menyelesaikan kasus terkonfirmasi,” tambahnya.

Wakil Bupati Merauke, Sularso, yang menerima kunjungan Satgas Covid 19 Provinsi Papua tersebut menyebutkan bahwa dengan kerja sama pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat pada umumnya merupakan kunci dalam penanganan Covid 19.

“Kerja sama merupakan kunci utama yang dilakukan sehingga pengedalian Covid 19 tetap terjaga dan juga ada beberapa kelemahan atau kekurangan, khususnya tenaga medis, serta sarana-prasarana kesehatan yang harus dicarikan jalan keluarnya,” ungkapnya.

pada kesempatan yang sama juga diserahkan bantuan dari Gubernur Papua yang diserahkan oleh Ketua Harian Satgas Covid 19 Papua Welliam R. Manderi, berupa 10 ribu Masker Merah Putih, 10 unit ventilator, di mana peruntukkannya yaitu 6 unit untuk kabupaten Merauke, 2 unit untuk Boven Digoel, dan 2 unit untuk Mappi. Sedangkan untuk Asmat belum didapatkan, namun akan diusulkan kemudian hari melalui pengiriman dari Jayapura. (gr/gin)