JAYAPURA-Pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati untuk 11 kabupaten tinggal menghitung hari.  Jika sesuai jadwal maka pada 4 September mendatang merupakan waktu untuk mendaftarkan diri ke KPU masing –  masing.

  Berbagai calon hingga kini masih terus bergerilya untuk bisa mendapatkan dukungan partai tak terkecuali di Kabupaten Yahukimo. Kabupaten yang saat ini situasi keamanannya masih mencemaskan buntut dari tewasnya empat warga dengan waktu tak sampai 1 bulan.

Pasangan Didimus Yahuli-Esau Miram menyapa massa pendukungnya di Bandara Dekai Yahukimo beberapa waktu lalu. Pasangan ini memastikan mendapat dukungan dari beberapa partai lain dalam pencalonan Pilkada  Desember nanti. ( FOTO:Gamel/Cepos)

Untuk Pemilu Kepala Daerah di kabupaten ini yang baru terlihat muncul adalah pasangan Didimus Yahuli – Esau Miram yang telah memastikan mengantongi 9 kursi dari tiga partai. Pasangan ini, bahkan berani mendeklarasikan di dengan ribuan massa untuk memastikan bahwa mereka akan menjadi peserta sekaligus mematahkan isu soal lawan kotak kosong. Bahkan kata bakal calon wakil bupati, Esau Miram pihaknya tengah menyiapkan kejutan dalam proses ini.

Tentunya ini berkaitan dengan partai pengusung. “Saat ini kami sudah mengantongi SK B1 KWK dari tiga partai yakni Partai NasDem dengan 6 kursi, Partai Perindo dengan 2 kursi dan Partai Hanura dengan 1 kursi sehingga sudah memenuhi persyaratan untuk mendaftar,” kata Esau melalui ponselnya, Minggu (30/8). Namun dikatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa partai lainnya dan  jika tak ada perubahan maka ia meyakini ada penambahan partai pengusung.  “Ada partai lainnya tapi nanti kami sampaikan,” jelasnya.

  Disinggung soal PDI Perjuangan, kata Esau saat ini PDIP belum memiliki kursi di DPRD Yahukimo, namun pihaknya telah membangun komunikasi dan mengajak PDIP untuk bergabung. “Sekalipun non seat tapi kami ingin mengajak untuk berjuang bersama. Selain itu ada partai lain yang mulai merapat,” imbuhnya. Sementara Didimus Yahuli meminta masyarakat untuk bisa menjaga kondisi daerah hingga hari H.

“Semua wajib menjadi keamanan bagi dirinya dan lingkungan. Kita perlu menjaga Yahukimo tetap kondusif agar masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa tanpa rasa cemas. Kita juga perlu membantu pihak kepolisian untuk mengungkap kasus – kasus selama ini,” tandasnya. (ade/tri)