Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., saat berbincang-bincang dengan beberapa pimpinan OPD di lingkungan Pemkot, usai pembagian masker kain di lapangan upacara kantor Wali Kota Jayapura, baru-baru ini. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Dua Tenaga Medis Terpapar di Sentani, 32 Tenaga Medis di Boven Digoel Dikarantina

JAYAPURA-Kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Papua, bertambah empat kasus positif baru, Kamis (7/5) kemarin.

Dengan adanya penambahan tersebut, maka total kasus positif kumulatif Covid 19 di Provinsi Papua telah mencapai 252 kasus.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Satgas Covid 19 Provinsi Papua, Kamis (7/5) pukul 19.00 WIT., dari 252 total kasus kumulatif, 182 pasien atau 72 persen sedang menjalani perawatan. Sementara 63 pasien atau 25 persen telah dinyatakan sembuh dan tujuh pasien atau 3 persen meninggal dunia. 

Adapun data Orang Dalam Pemantauan (ODP) diketahui sebanyak 2.469 orang. Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) telah mencapai 390 pasien, sedangkan tes PCR yang dilakukan di Provinsi Papua telah mencapai 1.345 pemeriksaan.

Dari data penyebaran kasus Covid-19 di Provinsi Papua, Kabupaten Mimika masih memiliki kasus tertinggi yaitu 95 kasus positif. Disusul Kota Jayapura sebanyak 53 kasus dan Kabupaten Jayapura dengan 39 kasus positif. 

Berikutnya, ada Kabupaten Nabire dengan 16 kasus positif. Kemudian Kabupaten Merauke berada di bawah Nabire dengan 13 kasus positif. 

Kabupaten Biak Numfor dan Keerom memiliki jumlah kasus positif yang sama, yakni 11 kasus, sementara, Kabupaten Jayawijaya memiliki 3 kasus positif.

Boven Digoel sendiri dilaporkan dilaporkan memiliki 3 kasus positif, Mamberamo Tengah secara komulatif 2 kasus positif sama dengan Kabupaten Supiori. 

Wabah Covid-19 ini tidak hanya menyerang masyarakat biasa tetapi juga menginfeksi tenaga medis. Di Kabupaten Jayapura dilaporkan dua orang petugas kesehatan terpapar Covid-19. 

Direktur rumah sakit umum daerah Yowari, Petronlea Risamasu mengatakan, dari dua orang petugas kesehatan yang terpapar Covid-19, satu di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan kembali beraktivitas.
“Satunya masih dirawat sedangkan satunya sudah sembuh dan dan sudah pulang,” kata Petronela Risamasu kepada wartawan di Rumah Sakit Yowari, Rabu (6/5).
Dikatakan, dua orang petugas kesehatan yang terpapar Covid-19 itu dipastikan akibat adanya kontak erat dengan para pasien Covid-19 yang dirawat di fasilitas kesehatan tersebut. Menurutnya,  selama menangani pasien Covid-19, para petugas kesehatan sudah mengikuti dan menerapkan protokol kesehatan terkait penanganan terhadap pasien Covid-19.

“Mungkin terjadi kesalahan  saat mengganti APD setelah melayani pasien dan saat itulah mereka terpapar,” katanya.
Diakuinya petugas medis memang sangat rentan terpapar Covid-19. Hal ini bukan saja karena persoalan ketersediaan APD tetapi yang paling penting adalah bagaimana petugas medis mengetahui cara pemakaian atau penggunaan APD tersebut. 

“Termasuk yang paling penting adalah  kejujuran pasien, terkait statusnya apakah yang bersangkutan pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19,” ungkapnya.
Menurutnya kejujuran dari seorang pasien sangat penting. Karena menghadapi pandemi Covid-19 ini, semua orang termasuk petugas medis menghadapi persoalan yang sangat berat dalam kondisi tidak siap untuk menangani pandemi global ini. 

Masalah ketidakjujuran pasien kepada petugas kesehatan akhirnya mengakibatkan 32 tenaga medis dan perawat di kabupaten Boven Digoel harus dikarantina. Mereka terpaksa dikarantina setelah melakukan kontak dengan warga yang ternyata hasil rapid testnya menunjukkan reaktif. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel H. Syahib, SKM ketika dihubungi Cenderawasih Pos lewat telepon selulernya mengungkapkan bahwa -32 tenaga medis dan perawat RSUD Tanah Merah tersebut dikarantina karena pihaknya kecolongan. 

Dimana ada masyarakat  yang pernah  melakukan kontak dengan pasien positif yang sedang dirawat di RSUD Merauke, namun saat datang ke ruang UGD tidak secara jujur menyampaikan kepada petugas. “Sehingga kemarin ketika dilakukan rapid test terhadap orang tersebut  hasilnya menunjukkan reaktif,” katanya. 

Rencananya,  32 tenaga medis dan perawat ini akan dikarantina di SMP YPK Sion, Tanah Merah. “Ini kita sedang mempersiapkan tempat di SMP YPK Sion untuk tempat  karantina,” jelasnya. 

Tempat khusus karantina tersebut menurut Syahib untuk memastikan 32 tenaga medis dan perawat tersebut betul-betul mengikuti karantina dan tidak melakukan kontak dengan orang luar. “Mereka akan mengikuti karantina selama 14 hari,” terangnya. 

Meskipun 32 tenaga medis dan perawat ini harus dikarantina, namun Syahib memastikan tidak akan memengaruhi pelayanan kesehatan di RSUD Tanah Merah kepada masyarakat. Karena menurutnya, tenaga medis dan perawat yang ada masih cukup untuk memberikan pelayanan selama 24 jam. 

Selain karantina 32 tenaga medis dan perawat tersebut, diketahui jumlah warga yang terpapar di Boven Digoel bertambah menjadi 3 orang. Dimana satu orang dinyatakan positif dari hasil pemeriksaan  swab yang dilakukan terhadap beberapa Orang Tanpa Gejala (OTG).

Menurut Syahib, satu tambahan positif tersebut pernah melakukan kontak langsung dengan 2 pasien positif Boven Digoel yang sementara dirawat di RSUD Merauke. Warga yang positif tersebut, saat ini sedang di rawat dan diisolasi di RSUD Tanah Merah. “Nanti kita lihat perkembangan apakah dirujuk ke Merauke atau tetap di rawat di Boven Digoel,” jelasnya. 

Syahib mengimbau masyarakat Boven Digoel agar secara jujur untuk menyampaikan kepada petugas medis dan perawat apabila pernah melakukan kontak dengan pasien positif Corona atau pernah melakukan perjalanan ke daerah zona merah.

Sementara itu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura masih menunggu hasil test PCR terhadap 22 orang dari 88 orang yang dinyatakan reaktif usai menjalani rapid test di lapangan upacara kantor Wali Kota Jayapura. 

Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., mengaku masih menunggu hasil test PCR dari Labkesda Provinsi Papua terhadap 22 warga yang hasil rapid testnya reaktif. 

“Nanti setelah keluar hasil PCR 22 orang yang reaktif, kami akan kirim lagi 66 orang yang juga sudah menjalani rapid test dan dinyatakan reaktif. Masyarakat  tidak perlu panic dan  bagi warga yang dinyatakan reaktif kami juga minta untuk sementara waktu melalukan isolasi mandiri di rumah, sambil menunggu hasil tes PCR selanjutnya,” pungkasnya.(gr/roy/ulo/dil)