KOTOR: Tampak kondisi salah satu sudut di Pasar Ikan Hamadi yang terlihat kotor dengan sampah, Kamis (13/6).( FOTO : Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Anggota Komisi II DPR Papua, John Gobay menilai Pasar Ikan Hamadi yang berada di pinggir laut di Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, kondisinya mulai tak layak. Penilaian ini disampaikan jhon Gobay usai menyambangi pasar tersebut, kemarin (13/6).  

Ada beberapa indikator, sehingga dirinya memberikan penilaian tersebut. Mulai dari padatnya lapak pedagang sehingga harus berdesak-desakan jika ramai dikunjungi, hingga kondisi atap yang bolong-bolong hingga persoalan sampah dan yang becek. 

John Gobay menganggap perlu ada pembenahan sedikit demi sedikit mengingat pasar ini menjadi satu sentral penyediaan kebutuhan ikan di Jayapura dan beberapa kabupaten terdekat.  Ada wajah pemerintah kota maupun pemerintah provinsi dari kondisi pasar tersebut. 

“Saya menyimpulkan seperti itu, setelah saya datangi dan berdiskusi dengan beberapa pedagang dan melihat langsung kondisi mereka ternyata saya simpulkan bahwa pasar ini harus dibenahi,” beber John kepada Cenderawasih Pos di Pasar Ikan Hamadi, Kamis (13/6) kemarin. 

John sendiri awalnya ingin melihat fasilitas ruang atau lemari pendingin yang dikelola oleh satu UPTD Dinas Perikanan Kelautan Provinsi Papua namun karena ruangan tersebut terkunci akhirnya ia melanjutkan dengan berkeliling.

 John terlihat kaget ketika melihat ikan hasil tangkapan nelayan ini diletakkan begitu saja di lantai yang dijadikan tempat lalu lalang. Ia berpendapat kondisi tersebut tak sehat dan perlu dibenahi. “Lihat juga lapak atau meja-meja mereka (pedagang) yang menjadi satu dengan kotak-kotak penyimpanan ikan. Sempit sekali dan becek,” jelas John. 

Apalagi saat  ia menyaksikan sendiri ketika mobil tanki pengangkut BBM masuk ke pasar untuk mengisi BBM nelayan ternyata banyak lapak yang harus digeser atau dipindahkan. 

 “Belum tahu apakah lapaknya yang terlalu makan tempat atau memang jalannya yang sempat. Saya pikir untuk membenahi pasar ini tak perlu kerja berat sebab yang  paling dibutuhkan hanya atap, lantai agar tak becek serta tempat untuk menggelar ikan. Jangan di lantailah seperti kurang manusiawi,” beber John. 

“Sampah juga perlu diperhatikan. Banyak sekali sampah plastik yang terbuang ke laut dan itu bisa mengganggu perahu tempel ketika tersangkut,” pungkasnya. (ade/nat)