Salah seorang penjual ikan sedang melayani pembeli di Pasar Baru Youtefa Kotaraja, Kamis (17/12) kemarin. (FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA‑Setelah Pemkot Jayapura yang dibackup Polresta Jayapura Kota dan Kodim 1701/Jayapura menertibkan tempat jualan pedagang ikan, Mama-mama Papua dan pasar pagi di Pasar Youtefa, aktivitas di Pasar Baru Youtefa Kotaraja mulai menggeliat, Kamis (17/12). 

Dari pantauan Cenderawasih Pos, pedagang ikan, Mama-mama Papua dan pedagang pasar pagi dari Arso dan Koya terlihat mulai berjualan di Pasar Baru Youtefa Kotaraja.

Pedagang ikan Robiatun dan Usman yang ditemui Cenderawasih Pos mengakui kondisi pasar baru yang mereka tempati masih bersih dan nyaman. Namun mereka menyebutkan tempat untuk berjualan tidak seluas tempat mereka di Pasar Youtefa.

Hari pertama berjualan di Pasar Baru Youtefa,  Robiatun dan Usman mengaku pembeli belum seramai di tempatnya yang lama. Hal ini masih bisa dimaklumi lantaran masih banyak pembeli yang belum tahu kalau aktivitas penjual ikan sudah dipindahkan. 

Dalam kesempatan itu Robiatun dan Usman berharap Pemkot Jayapura bisa melengkapi prasarana di pasar ikan. Misalnya  untuk tempat pengambilan air bersih  bisa ditambah lagi supaya air lebih lancar dan pedagang tidak selalu bergantian mengambil air. 

“Selain itu, jika memang bisa berjualan sampai malam seperti di pasar lama,  untuk lampu penerangan bisa ditambahkan lagi supaya masyarakat atau pembeli juga nyaman saat datang,” pintanya

Selama ini Robiatun dan Usman belum berjualan di Pasar Baru Youtefa lantaran belum semua penjual ikan pindah ke lokasi yang baru beberapa waktu yang lalu. 

Pedagang lain Parto dan Sri yang sehari-hari berjualan sayur mengatakan, untuk memberikan kenyamanan dalam berjualan supaya terhindar dari panas dan hujan, pedagang berinisiatif secara kelompok mengumpulkan uang untuk membuat tenda supaya lebih seragam dan turunya air juga jadi satu. 

Menurutnya jika pedagang tidak punya inisiatif seperti ini pasti dalam berjualan tidak nyaman,  karena tidak ada pelindung di atas mereka berjualan.

“Dengan kondisi seperti ini kami tetap syukuri. Walaupun masih ada kekurangan setidaknya pedagang sudah banyak yang berjualan dan kami  berharap Pemkot Jayapura bisa memperhatikan jalan di depan tempat kami jualan. Karena jika terjadi hujan jadi becek dan berlumpur. Apalagi kalau terus dilewati kendaraan pasti jalannya rusak dan tergenang air,” pintanya.

Dari pantauan Cenderawasih Pos sudah banyak pedagang yang membangun lapak mereka untuk memenuhi tempat jualan di pasar baru. Sayangnya masih ditemukan pedagang yang memiliki nomor dobel dalam satu tempat jualan. Tentu ini harus segera diselesaikan oleh kepala pasar supaya tidak ada masalah dikemudian hari. Termasuk masih ada pedagang Mama-mama Papua yang tidak mau berjualan di losnya, tetapi memilih berjualan di luar. 

Persoalan yang ditemukan kemarin yaitu masih ada pedagang yang datang mereka mengaku belum mendapatkan tempat jualan.

Menaggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., mengatakan akan meminta Disperindakop dan kepala Pasar Baru Youtefa Kotaraja untuk menyikapi persoalan yang ada.

Rustan saru mengakui masih ada oknum pedagang yang bandel meskipun pemerintah sudah memberikan sosialisasi pemindahan pasar cukup lama. “Jika ada satu tempat jualan yang dimiliki lebih dari satu orang, yang bersangkutan akan dipanggil dan dimintai penjelasan dari mana bisa mendapatkan tempat yang sama. Sedangkan untuk jalan yang becek dan berlumpur jika saat hujan tetap menjadi perhatian Pemkot Jayapura. Terpenting saat ini, pedagang sudah mau berjualan di pasar baru. Karena semua butuh proses dan pendanaan yang harus dianggarkan,” pungkasnya.(dil/nat)