*Selama Lockdown, Kapal Pengangkut Barang Harus Beroperasi

JAYAPURA-Menyikapi kebijakan Pemerintah Provinsi Papua yang akan menutup akses keluar masuk Papua terhitung mulai 1 – 28 Agustus 2021, KONI Papua akan segera memulangkan para atlet yang masih menjalani pemusatan latihan di luar Papua. 

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya mengaku bahwa KONI Papua mendukung penuh kebijakan tersebut. Apalagi menurutnya, kebijakan ini merupakan satu-satunya upaya untuk mendukung pelaksanaan PON XX yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang.

Tapi Kenius berharap ada kebijakan khusus bagi para atlet Papua yang sementara menjalani pemusatan latihan di Pulau Jawa. Ia khawatir atletnya tidak bisa kembali, karena terhalang dengan kebijakan tersebut.

“Prinsipnya kami setuju dan mendukung semua kebijakan Pemerintah Papua untuk melaksanakan lockdown. Tapi aktivitas untuk kegiatan  persiapan PON kalau bisa ada kebijakan khusus untuk atlet kita yang ada di luar agar mereka bisa masuk sejauh mendapat persetujuan atau izin dari pemerintah,” ungkap Kenius kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di KONI Papua, Kamis (22/7).

Ia juga meminta agar masyarakat umum yang tidak memiliki keperluan mendesak agar menunda niatnya bepergian ke luar Papua atau sebaliknya. Begitupun bagi masyarakat yang ada di empat kluster agar memiliki kesadaran diri dalam penerapan protokol yang benar.

“Menyangkut atlet dan urusan PON, harus mendapat izin atau dukungan dari pemerintah daerah untuk mereka bisa beraktivitas. Misalnya kembali ke Papua, dengan tetap melakukan protokol kesehatan yang ketat. Itu yang mungkin perlu dibijaki karena bisa mengalami kesulitan dalam koordinasi dan persiapan kita untuk PON ini. Karena waktu kian mepet dan presiden sudah menyampaikan untuk tidak menunda PON,” ujar Kenius.

Tapi dirinya menyebutkan bahwa mereka tetap akan berupaya untuk memulangkan para atletnya yang masih berada di luar Papua. Apalagi menurut Kenius, atlet yang berada di luar Papua juga tidak bisa melakukan pemusatan latihan dengan maksimal. Mengingat beberapa venue latihan ditutup dan sulitnya menemukan lawan tanding setelah penerapan PPKM.

“Rencana dalam waktu dekat ini kami sudah pulangkan atlet semua. Di sana juga try out mereka tidak maksimal karena sebagian besar daerah melakukan PPKM. Jadi kita akan berencana pulangkan atlet dengan waktu yang ada, sebelum tanggal 1 ada yang sudah pulang,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor KSOP  Kelas II Jayapura Taher Laitupan menyampaikan, KSOP Jayapura mengikuti dan melaksanakan apa yang menjadi keputusan Pemerintah Provinsi Papua.

Namun saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, pihaknya menanyakan apakah kebijakan lockdown nanti berkaitan dengan semua kegiatan atau hanya aktivitas penumpang yang bakal ditutup dan hanya memperbolehkan bama. Termasuk dengan operasional kapal putih selama penutupan akses keluar masuk nanti. “Kita berharap kalaupun itu lockdown berarti kapal barang harus jalan. Jika tidak maka kegiatan ekonomi tidak jalan,” terang Taher saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (22/7)

Dikatakan, soal lockdown bukan kebijakan dari Kementrian Perhubungan melainkan tergantung dari kebutuhan setiap daerah. Jika daerah mau menerapkan itu dengan catatan ekonomi harus jalan. “Kapal harus jalan untuk membawa muatan bahan makanan,” katanya

Menurutnya, sejauh ini kapal penumpang untuk wilayah Papua  masih berjalan seperti biasa. Dari semua kabupaten, hanya Kabupaten Nabire yang kapal putih sudah dilarang masuk ke daerah tersebut atas kebijakan daerah setempat.(eri/fia/nat)