Gubernur Lukas Enembe, Ketua DPRP Yunus Wonda  ketika menghadiri Pasific Eksposition 2019, Auckland, News Zealand, 12 Juli lalu. ( FOTO : Lucky/Cepos)

AUCKLAND-Gubernur Papua Lukas Enembe mendesak agar Papua menjadi satu-satunya Pintu masuk bagi masyarakat ekonomi Asean ke Pasific, begitu pula sebalinya. 

“ Kita Papua sudah deklarasikan, Papua satu-satunya pintu masuk masyarakat ekonomi Asean untuk wilayah Pasific,”  tegas gubernur Lukas Enembe saat menghadiri  The First Pasific Exposition di Auckland, New Zealand 11-14 Juli 2019.

Dirinya minta pemerintah pusat serius membuka seluruh akses yang ada,  agar Papua dapat menjadi pintu masuk  ke kawasan Pasifik.  

“Pemerintah Indonesia harus benar-benar memberi kesempatan kepada Papua, dengan membuka akses seluruhnya, akses Keimigrasian, Karantina, Custom Bandara dan lainnya. Semua harus dibuka,  karena akses dari Papua ke kawasan Pasific sangat penting, terutama untuk ikut membangun Papua,” jelasnya.

Menurut Lukas, dirinya sendiri akan bertemu dengan Perdana Menteri PNG untuk membicarakan hal ini.

“Forum ekonomi seperti ini ( Pasific Exposition, red) benar-benar bermanfaat bagi negara-negara di kawasan Pasifik tetapi juga wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan Pasifik seperti Papua,” terangnya.

Dikatakan, produk-produk Papua dan wilayah lain cukup banyak yang bisa dijual ke kawasan Pasifik, namun selama ini Indonesia belanja dari Thailand dan Vietnam, lalu dijual langsung ke wilayah Pasifik atau melalui Autralia.  

“Kenapa tidak melaui Papua?  Kalau mau jual barang ke Pasifik, Papualah satu-satunya pintu, bukan daerah lain atau negara lain. “ tegas Enembe.

Menurut Gubernur Lukas, konektifitas harus benar-benar dibangun untuk menghubungkan Indonesia dengan Negara-negara di Pasifik melalui Papua.

Salah satunya, yang sangat didesak oleh Gubernur Lukas Enembe yakni dibukanya penerbangan langsung dari Papua ke Papua New Guinea sebagai bagian dari konektivitas tersebut. 

“Pemerintah Jakarta sangat lamban merepon ini. Dan tidak serius untuk hal ini.  Kami sudah minta berulang kali membuka akses baik daerat, laut dan udara ke wilayah PNG, tetapi  Jakarta tidak serius,” ujar Enembe.

  Dirinya mengatakan pemerintah serius  membuka akses bagi Papua ke kawasan Pasifik. “Kalau kita mau ke PNG, kawasasan Pasifik, New Zealand atau Austrlia, tidak perlu ke Jakarta dulu, karena itu memakan waktu dan biaya yang sangat tinggi,” tegasnya.

Lukas berharap, Pasific Exposition memberikan manfaat ekonomi bagi massyarakat di kawasan Pasifik dan juga Indonesia, terutama bagi Provinsi Papua.

“Saya tidak tahu dibalik kegiatan seperti ini, bagaimana Indonesia, bersama Australia dan New Zealand, mereka Negara-negara besar di kawasan ini. Jadi apakah misi seperti ini misi politik atau misi ekonomi. Ini harus benar-benar ada program yang jelas, untuk masyaakat Pasifik.  Kalau hanya untuk sekedar menutupi isu politik,  ini tidak bagus.  Tetapi yang kami harapkan, benar-benar ada kerja sama ekonomi, antar kawasan,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRP Yunus Wonda juga mendesak agar dibukanya flight penerbangan langsung dari Papua ke PNG. “ Kalau kita bicara hal ini, atau melalu moment ini kita dilibatkan untuk sekedarnya,  tetapi bukan hal sebenarnya yang mau diwujdukan, jangan hanya sekedar bicara lalu hilang, tetapi pemerintah serius menjawab hal ini,” teranya.

Papua harus menjadi sentra bagi Indonesia ke kawasan Pasific. “Kalau kita bicara tentang pertumbungan ekonomi di kawasan Pasifik, Papua satu-satunya yang terdekat. Jangan kita selalu berpikir soal politik, tetapi marilah serius  memberikan akses sehingga pertumbuhan ekonomi itu bisa kami rasakan,” tegasnya.

   Dikatakan, jika akses penerbangan dan laut tidak dibuka, maka sia-sia yang selalu dibicarakan. “Papua hanya jadi gadai politik saja, tidak ada keseriusan,” harap Yunus Wonda. 

Terkait dengan adanya aksi di depan lokasi kegiatan The First Pasific Exposition di Auckland, Yunus Wonda menjelaskan bahwa kedatangan rombongan dari Papua adalah untuk menghadiri Pasific Expedition 2019 yang digelar di Skycity Auckland, New Zealand dan sama sekali tak ada agenda politik.

“Saya mendengar bahwa ada yang mengaitkan agenda kehadiran dengan politik. Kami tegaskan itu salah, tak ada kaitannya dengan politik. Acara  yang kami hadiri adalah murni berbicara soal isu ekonomi khususnya daerah pasific,” kata Yunus Wonda melalui ponselnya pekan kemarin. 

Yunus kembali mempertegas bahwa kedatangan mereka murni kepentingan pertumbuhan ekonomi di Pasific. Acara ini menjadi penting untuk Papua ke depan dimana Papua bisa menjadi sentral ekonomi di kawasan pasifik. 

 “Kami ingin ke depan ekonomi Papua tidak semuanya digantungkan lewat wilayah barat tetapi bagaimana mengambil peluang ekonomi di wilayah Pasific dan peluang itu ada. Papua kaya akan SDA dan ini memiliki nilai jual,” imbuhnya. 

Ia meminta sebagai orang Papua, jangan selalu berpikir negatif dan terus mencurigai apa yang dilakukan pemerintah. Toh yang sedang dilakukan adalah untuk ekonomi daerah yang lebih baik yang harus membuka diri melihat peluang yang lebih besar. “Kalau ada demo yang membawa Bintang Kejora kami pikir itu spontan dan tidak tahu kalau akan ada demo seperti itu.Selain itu kedatangan kami untuk bertemu anak-anak Papua yang kuliah di New Zealand,”  pungkasnya. (luc/ade/nat)