JAYAPURA – Pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah di 11 kabupaten di Papua nampaknya belum mendapati riak – riak yang berarti. Semua masih berjalan normal dan tak banyak kejadian yang berpotensi mengganggu berjalannya pesta demokrasi. Ini tak lepas dari kesiapan yang dilakukan termasuk terkait logistik Pemilu.

Zufri Abubakar  ( FOTO: Zufri For Cepos)

Komisioner KPU Papua Divisi Umum dan Perencanaan Logistik, Zufri Abubakar menyampaikan persoalan logistik sepenuhnya ditangani oleh Biro Logistik KPU RI  namun untuk anggarannya dibayarkan oleh masing – masing satker (KPU) di daerah.

Zufri menyebut untuk tender alat peraga kampanye dan bahan peraga kampanye telah dimenangkan oleh PT. Adi Perkasa Makassar dengan nominal anggaran Rp 23.830.541.600 dan kini logistik sudah diproduksi. Mengingat jika sesuai jadwal hanya diberi waktu 14 hari kalender kerja. Lalu pada minggu ketiga Oktober sudah masuk dalam proses distribusi ke 11 kabupaten.

“Untuk tender non paslon dan paslon ini sudah tayang dan besok 16 Oktober sudah akan tayang secara nasional. Di Yahukimo kami lihat ada keterlambatan namun kami yakin besok sudah final,” jelas Zufri melalui ponselnya, Kamis (15/10).

Dikatakan, jika DPT sudah dirampungkan maka tanggal 23 produksi untuk tender logistik paslon dan non paslon atau seperti kotak suara, sampul maupun segel sudah bisa dilakukan. “Semua dilakukan lewat e-katalog namun yang membayar masing – masing satker (KPU)   ada 11 item yang masuk e-katalog langsung secara nasional namun yang membayar masing  – masing KPU.  Lalu untuk logistik paslon sudah terjadwal dimana pemenang tender ini sudah harus melakukan  distribusi awal November dan mulai penyortiran akhir november,” tambahnya.

Dalam pendistribusian ini diakui Papua mendapat perhatian khusus  dari KPU RI khususnya biro logistrik mengingat ada sejumlah daerah yang memang sangat  sulit untuk didatangi. Semua harus menggunakan pesawat dan ini juga tergantung cuara.

Zufri menyebut Kabupaten Yahukimo dengan 51 distrik menjadi satu yang sulit. Karenanya pemenang tender memang telah diverifikasi terkait kesiapan. Pemenang tender harus memiliki armada transportasi untuk sampai ke titik – titik yang melaksanakan Pemilu. Lalu harus memiliki mesin untuk produksi logistik sebab itu semua dinilai oleh Biro Logistik KPU RI.

“Untuk  Yahukimo menjadi distrik terbanyak urutan keempat di Indonesia. Ada Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Papua itu Yahukimo. Selain Yahukimo  kami lihat ada daerah lain semisal Keerom yang juga tak mudah. Dikatakan untuk Kabupaten Keerom juga ada Distrik Towe. Dimana terdapat Kampung Terpones yang sangat jauh dan bersebelahan  dengan Kabupaten Pegunungan Bintang maupun negara PNG. Karenanya lanjut Zufri  untuk daerah yang sulit dijangkau ini akan dihitung kembali waktu yang tepat untuk pendistribusian dan dipastikan akan lebih cepat.

“Di Papua ada Yahukimo, Yalimo dan Mamberamo Raya dan secara nasional KPU memberi perhatian lebih untuk Papua. Mereka akan mengutamakan Papua karena alasan dan pertimbangan tadi,” imbuhnya. (ade/nat)