Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos., S. IP, MM., foto bersama dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di Hotel Suni Garden Lake, Kamis (27/5). ( FOTO: Humas Pemkab Puncak Jaya)

*Terkait Penanganan KKB Lewat Pendekatan Humanis

JAYAPURA-Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi kepada Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S. Sos, S. IP, MM., dan jajaran serta masyarakat Puncak Jaya dalam penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan pendekatan Humanis dan kesejahteraan.

Apresiasi ini disampaikan Panglima TNI dan Kapolri saat memberikan motivasi kepada prajurit TNI-Polri di Papua dan bertemua dengan 10 bupati dari pegunungan tengah Papua serta tokoh masyarakat di  Hotel Suni Garden Lake, Kamis (27/5) lalu. 

Di hadapan Forkopimda Papua dan unsur pemerintah Papua, kedua jenderal ini memberikan apresiasi kepada Bupati Yuni Wonda beserta jajaran dan masyarakat Kabupaten Puncak Jaya. 

“Saya tegaskan kepada kepala daerah di pegunungan tengah agar dapat mencontoh Kabupaten Puncak Jaya dalam penanganan KKB secara Humanis dan pendekatan kesejahteraan” ucap Kapolri Listyo Sigit Prabowo pada pertemuan yang dihadiri bupati di  Pegunungan tengah Papua.

Di tengah atensi Panglima TNI dan Kapolri kepada bupati di pegunungan tengah yang hadir, keduanya menekankan upaya penanganan KKB di Puncak Jaya diminta mencontohi (role model) dalam penanganan KKB dengan cara persuasif.

Terbukti dalam tiga  tahun kepemimpinannya situasi Puncak Jaya yang dahulu dikenal publik sebagai Zona Merah Papua kini menjadi nihil kasus kriminalitas Kelompok bersenjata.

Bahkan dalam kurun waktu itu pula beberapa kelompok KKB menyatakan diri kembali ke NKRI serta ikut diserahkan 2 pucuk Senpi kepada Pemerintah Daerah yang diserahkan kepada Pangdam dan Kapolda Papua. Peristiwa itu berlangsung di Lapangan Alun-alun Pagaleme, Puncak Jaya beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S. Sos, S. IP, MM., menyampaikan bahwa apresiasi yang diterimanya meski hanya ucapan, tetapi bagi dirinya beserta jajaran dan masyarakat Puncak Jaya hal itu merupakan sejarah serta motivasi moril yang pernah diberikan pemerintah. 

Hal itu tentu merupakan tantangan baginya bersama Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, gereja, Kadistrik dan kepala kampung serta masyarakat.

“Tidak ada yang bisa menjamin dan tidak ada jaminan situasi keamanan di Papua manapun. Namun dengan sinergi dan pendekatan yang tepat, maka aksi kriminalitas dapat diredam bahkan dicegah,” ungkap Yuni Wonda yang meraih gelar doktor di Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura dengan disertasi yang berjudul Kebijakan Pemda dalam Dinamika Perjuangan KKB.

“Semua karena pertolongan Tuhan dan sinergitas bersama antara TNI dan Polri (Dandim dan Kapolres Puncak Jaya), serta doa seluruh masyarakat Puncak Jaya. Sesuai Visi kami bahwa urusan keamanan adalah prioritas utama kami dalam 3 tahun terakhir guna memajukan Puncak Jaya. Tanpa adanya rasa aman, mustahil pembangunan, pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” tuturnya. 

Bupati Yuni Wonda menambahkan bahwa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, dirinya tidak mau mencari muka. “Saya punya prinsip jika kerja saya bagus itu semua demi kesejahteraan masyarakat saya. Merekalah yang layak menilai dan, semua ikuti Puncak Jaya. Kami sendiri tidak setuju diwawancarai karena bukan kewenangan kami untuk berkomentar karena ini agenda Panglima dan Kapolri ke Papua,” tambahnya.

“Kepemimpinan itu dipelihara dan tanggung jawab itu lahir bukan karena jabatan. Dalam memimpin Puncak Jaya sebagai bupati, semua program pembangunan dan pemerintahan keberpihakan diprioritaskann kepada masyarakat orang asli Papua,” sambungnya. 

Selain itu dirinya tetap akian berupaya keras bersama masyarakat dan pihak terkait lainnya untuk menjaga situasi di daerahnya. “Diatur agar siapapun masuk ke wilayah Puncak Jaya tanpa pandang nama institusi apapun, wajib lapor ke bupati,” pungkasnya. (Humas/nat)