JAYAPURA-Meski dalam kondisi pandemi Covid, momentum HUT Republik Indonesia ke 76 di Jayapura tetap berasa. Sejumlah agenda berbau merah putih tetap dilakukan meski  banyak pembatasan. 

Satu yang cukup menyolok adalah pembentangan merah putih sepanjang 400 meter sepanjang Jembatan Youtefa.  Koordinator kegiatan Herjan Saputera menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi aspirasi murni dari masyarakat dan pihaknya hanya memfasilitasi. 

 “Ada semangat yang ditunjukkan oleh masyarakat di Jayapura ini dan kami coba fasilitasi. Kami coba berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan akhirnya kegiatan ini bisa digelar,” kata Herjan di Pantai Ciberi, Selasa (17/8). 

Lokasi pembentangan merah putih dengan lebar 10 meter dan panjang 400 meter ini sengaja mengambil lokasi di Jembatan Youtefa karena dianggap sebagai icon Jayapura dan Papua. 

Ia menyebut respon masyarakat dari berbagai kalangan sangat positif dan ini bisa dilihat dari warga yang terlibat. “Ada banyak kelompok komunitas yang ambil bagian dan kami bersyukur semua berjalan lancar,” imbuhnya. 

Namun dari pantauan Cenderawasih Pos meski telah dipersiapkan sejak pagi namun bendera baru benar bisa terbuka atau terbentang sekira pukul 11.45 WIT. Ini tak lepas dari tiga bagian bendera yang gulungannya sempat terikat dan butuh waktu hampir 2 jam untuk melepas ikatan tersebut. Bahkan terlihat dari kejauhan salah satu peserta harus merangkak di dinding plat jembatan untuk melepas ikatan tersebut. 

 Bentangan merah putih ini juga terlihat menyolok karena menutupi satu sisi sepanjang jembatan dengan lebar 10 meter sehingga dari kejauhan masih bisa terlihat. Menurut Herjan, kain merah putih ini akan dilepas pada Sabtu (21/8) untuk memberi kesempatan kepada warga  mengabadikan moment tersebut. “Nanti akhir pekan baru kami buka (lepas) untuk memberi kesempatan bagi masyarakat jika ingin berfoto dengan latar belakang jembatan dan merah putih. Ini bisa menjadi satu spot foto yang menarik,” imbuhnya.(ade/ana/nat)