WAMENA-Di tengah Pandemi Covid-19 di Kabupaten Jayawijaya, membuat pelayanan Posyandu tidak bisa berjalan maksimal.  Seperti halnya di wilayah kerja Puskesmas Wamena, beberapa item kegiatan Posyandu terpaksa harus dikurangi, terutama saat memasuki bulan April. 

Penanggungjawab gizi dan penanggungjawab posyandu di Puskesmas Wamena Kota, Eliya Tahapary SKM saat melakukan pelayanan di Posyandi yang ada dalam Kota Wamena.(FOTO: Denny/ Cepos)

   Penanggungjawab gizi dan penanggungjawab posyandu di Puskesmas Wamena Kota, Eliya Tahapary SKM menyatakan ada 4 Pos Posyandu yang berada di wilayah kampung, seperti di Kampung  Wouma ada 2 posyandu, di Kampung Ketimafit 1 posyandu, Kampung Honai lama 1 posyandu dan di Kampung Otakma 1 Posyandu

  Meski, pelayanan imunisasi tetap jalan, namun untuk penimbangan berat badan dan pengukuran panjang badan pada bayi ditunda dulu. Artinya di posyandu itu lengkap, ada kegiatan imunisasi, timbang dan ukur tinggi BB, pemberian vitamin A, obat cacing, pemeriksaan bumil. khusus untuk imunisasi dan pemeriksaan bumil, tetap terlayani di dalam gedung.

  “Posyandu-posyandu yang di luar balita-balitanya kami beritahu lewat kader, mereka datang ke puskesmas Wamena Kota  setiap Selasa dan Jumat.” Ujarnya.

   Sedangkan untuk posyandu di desa, menurut Eliya Tahapari,  tetap terlaksana, bidan yang di desa itu dia melaksanakan imunisasi dan pemeriksaan bumil saja. tetapi kalau untuk timbang, karena posyandu itu tim, petugas dari dalam gedung yang tim itu tidak turun, karena memang dipending selama pandemik corona.

   “Bulan ini  kami sudah mulai jalan lagi nanti ada 9  posyandu yang kami mau kumpulkan jadi satu tempat.” jelasnya. (jo/tri)