Seorang perempuan sedang melakukan persembahyangan di Vihara Arya Dharma  Jayapura, Rabu (10/2). Dalam rangka perayaan Imlek, Vihara Arya Dharma Skyland tetap dibuka bagi warga keturunan Tionghoa beragama Buddha yang akan melakukan persembahyangan, Jumat (12/2) besok. ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Perayaan Imlek tahun ini akan jatuh pada 12 Februari 2021 dalam situasi pandemi Covid-19. Warga keturunan Tionghoa yang ada di Kota Jayapura juga sudah siap untuk merayakannya.

Pantauan Cenderawasih Pos, Vihara Arya Dharma  Jayapura, Rabu (10/2) kemarin sudah siap menyambut Imlek. Sejumlah lampion dan bendera telah menghiasi pekarangan Vihara.

Ketua Yayasan Vihara Arya Dharma Skyland Jayapura Tedy Wandianto mengatakan, tahun ini Vihara Skyland tetap buka khususnya bagi warga keturunan Tionghoa yang beragama Buddha yang akan melakukan persembahyangan, Jumat (12/2) besok mulai pukul 06.00 WIT.

“Kali ini Vihara tidak dibuka pada malam hari dikarenakan pandemi. Begitu juga dengan pertunjukan barongsai ditiadakan,” terang Tedy kepada Cenderawasih Pos.

Dikatakan, pada tanggal 12 Februari, umat Buddha tetap datang  melakukan persembahyangan dan tancap dupa. Tak lupa melakukan pengharapan semoga di tahun ini nasib lebih baik dari tahun sebelumnya.

 “Dengan adanya pandemi semuanya sudah tidak normal. Kita ibadahpun dibatasi tidak boleh berkumpul. Hal-hal yang biasa  kita lakukan bersama-sama, sudah tidak bisa kita lakukan lagi,” kata Tedy.

 Dikatakan, cara-cara baru merayakan Imlek tanpa kehilangan maknya sebagai tahun baru, harapan baru dan keberuntungan baru, tetap bisa dilakukan dengan mempertahankan budaya Indonesia.

Pada shio kerbau dengan adanya pandemi, Tedy menyampaikan untuk lebih bekerja keras dengan harapan mendapat kemudahan di tahun kerbau ini. Bahkan mereka akan tetap mendoakan papua agar tetap aman dan damai.  “Doanya masih sama tapi pengharapan saya kita harus lebih memperhatikan orang lain. Kita tidak bisa sendiri bahagia kalau orang lain di sekitar kita tidak bahagia,” paparnya.

 Tedy juga berharap warga keturunan Tionghoa yang beragama Buddha harus lebih memperhatikan orang lain. Karena selama pandemi Covid-19 ini,  banyak orang yang kesusahan dalam segi ekonomi. “ Untuk itu, tidak bisa kita sendiri senang sementara orang di sekitar kita kurang makan. Selamat merayakan Imlek dan diharapkan tetap di rumah saja. Tradisi yang selalu dilakukan sebelumnya, semisal berkumpul dengan keluarga besar, tetap patuhi protokol kesehatan dan jaga jarak,” pungkasnya.

Secara terpisah Ketua Papua Goldent Tiger,  Irwan Sjaiful mengatakan, khusus tahun ini, dirinya bersama tim Papua Goldent Tiger  tidak melakukan pertunjukan apapun, untuk menghindari adanya kerumunan warga.

“Kami memang tahun ini tidak melaksanakan pertunjuakan barongsai. Hal ini kami lakukan guna menghindari banyaknya kerumunan masyarakat, dan juga mencegah terjadinya klaster baru,” jelas Irwan kepada Cenderawasih Pos, Rabu (10/2) kemarin.

Diakuinya, bukan hanya pertunjukan barongsai, tradisi Imlek juga tidak dilakukan baik itu perkumpulan keluarga dan kerabat.

“Boleh dikatakan semua kegiatan dan tradisi Imlek tidak kami lakukan. Kami harapkan dengan tidak dilakukan berbagai kegiatan atau dengan kata lain di rumah saja, kita bisa mencegah penularan Covid-19,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengimbau setiap masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak.

“Untuk perayaan imlek sendiri, meski tidak diwarnai dengan pesta, keramaian dan sebagainya, tidak mengurangi nuansa dari Imlek itu. kita bersyukur karena bisa merayakan Imlek,” tambahnya. (fia/ana/nat)