Bupati Merauke  Frederikus  Gebze, SE, MSi saat menyerahkan  materi  sidang kepada  Ketua  DPRD Merauke  Ir. Drs  Benjamin Latumahina,  Senin  (21/9) malam.  ( FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Pandemi  Covid-19  yang melanda dunia termasuk  Indonesia  berimplikasi  pada   penerimaan pendapatan   dan belanja Pemerintah Kabupaten Merauke di tahun  2020. Jika pada    penetapan  APBD Induk  2020 sebelumnya ditetapkan sebesar  Rp 2,228 triliun,  namun karena    berbagai sumber -sumber pendapatan   tersebut  mengalami   penurunan  membuat   APBD   Kabupaten Merauke  untuk perubahan  2020  menjadi  Rp 1,998 triliun lebih  atau  berkurang  sebesar Rp 229  miliar lebih atau hampir Rp 300 miliar. 

   “Terjadi    penurunan  APBD  Kabupaten Merauke  tahun 2020  sebesar  Rp 229.765.732.342,38,’’ kata  Bupati    Merauke  Frederikus  Gebze, SE, M.Si saat  membacakan nota pengantar keuangan pada pembukaan sidang  APBD Perubahan  2020  di   ruang sidang    DPRD Merauke, Senin  (21/9) malam. 

   Menurut  Bupati  Frederikus  Gebze, pengurangan  tersebut terjadi  pada  Pendapatan Asli Daerah yang semula ditetapkan sebesar Rp Rp 170 miliar  lebih menjadi Rp 152 miliar.  Kemudian  dana perimbangan   yang pada APBD  induk  ditetapkan sebesar Rp 1,666 triliun lebih turun menjadi Rp Rp 1, 4441 triliun lebih. Lain-lain  pendapatan yang sah,  semula ditetapkan sebesar  Rp 392 miliar lebih naik menjadi  Rp 404 miliar  lebih. 

   Turunnya   pendapatan   ini, kata bupati   Frederikus  Gebze berimplikasi pada  belanja daerah.   Jika pada APBD induk, belanja  direncanakan  sebesar Rp 2,3   triliun lebih     turun menjadi  Rp 2,154  triliun lebih  atau turun sekitar 8,67 persen  yang terdiri dari belanja langsung  sebelum perubahan  sebesar Rp Rp 1,153 triliun menjadi   Rp 1,051 triliun. 

  Sedangkan   belanja langsung yang semula dianggarkan  Rp 1,2 triliun lebih   turun menjadi Rp 1,1 triliun lebih. ‘’Berdasarkan    perimbangan pendapatan dan  belanja   tersebut, maka   setelah perubahan terjadi  defisit  anggaran  sebesar  Rp 155 miliar  lebih,’’ kata    bupati Frederikus  Gebze.

   Satu-satunya  yang menutupi  defisit  tersebut, jelas bupati adalah penerimaan pembiayaan daerah berupa sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun 2019 sebesar 150  miliar.  Namun setelah diaudit  BPK  RI  jumlahnya  menjadi Rp 167  miliar miliar  lebih. Sehingga   ada surplus   Silpa sebesar Rp 12 miliar  yang  menurut bupati  akan afektasikan  untuk  penyertaan modal   pemerintah  daerah.   

  Sidang   yang dihadiri juga  Wakil Bupati  Merauke  Sularso, SE tersebut dipimpin  Ketua DPRD Merauke  Ir. Drs  Benjamin Latumahina, didampingi   Wakil ketua I  Hj. Almotarus  Solikham S.HI  dan wakil Ketua II  Dominikus Ulukyanan,  S.Pd.  Selain membahas  APBD  Perubahan, DPRD Merauke juga akan membahas  dan menetapkan  laporan keterangan pertanggungjawaban  bupati Merauke  tahun anggaran 2019.  (ulo/tri)