Seorang pengunjung sedang memilih tas khas Papua  yang terbuat dari kulit pada pameran Apkasi Otonomi Expo  2019 di gedung Jakarta Convention Center (JCC), Rabu, (3/7). ( FOTO : Robert Mboik Cepos)

Yang Tersisa dari Kegiatan Apkasi Otonomi Expo 2019 di Gedung Jakarta Convention Center

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menjadi salah satu kabupaten yang juga kegiatan Apkasi Otonomi Expo 2019 di Jakarta. Sejumlah produk lokal dipamerkan, mulai dari potensi  sumber daya pertanian, potensi pariwisata, kerajinan tangan hingga benda peninggalan kebudayaan megalitik ikut dipamerkan.

Laporan: Robert Mboik-Jakarta 

Papua sangat unik, ungkapan itulah pertama kali dilontarkan oleh salah satu pengunjung bernama Martha keturunan Tionghoa yang tinggal di Jakarta saat mengunjungi stand pameran milik Pemkab Jayapura di acara Apkasi Otonomi Expo 2019 di Gedung Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Rabu, (3/7).  Ibu Martha merupakan  satu dari sekian banyak warga yang berkunjung di stand pameran milik Pemkab Jayapura. Memang benar apa yang dikatakan Ibu Martha bahwa komoditas  yang dipamerkan di stand Pemkab Jayapura sangat unik.  Tentunya apa yang dikatakan pengunjung itu sangat beralasan, di mana   sebagian besar komoditas yang dipamerkan berasal dari potensi lokal dan klasik yang jauh dari kesan mewah. Inilah yang membedakan tampilan stand Pemkab Jayapura dengan yang lainnya. Namun siapa sangka potensi alam yang berbau klasik itu justru menjadi buruan pengunjung. “Bosan kalau kita hanya lihat barang modern, kalau seperti ini sangat unik dan sangat berbeda dengan yang lainnya,” kata Ibu Marta saat diwawancarai koran di Stand Pemkab Jayapura, Jumat (5/7), lalu.

Untuk sekadar diketahui beberapa potensi yang berhasil dipromosikan Pemkab Jayapura pada saat itu, misalnya buah merah khas Kabupaten Jayapura dan hasil olahannya yang sudah dijadikan sabun dan minyak. Buah merah  ini merupakan  barang  baru bagi  warga yang bukan orang asli Papua. Selain itu, ada juga noken, topi, mahkota yang semua itu dihasilkan dari tangan pengrajin asal Papua.

 Hasil karya ini juga boleh dibilang unik karena semua bahannya berasal dari alam dan ini juga menjadi satu-satunya komoditas yang paling diburu  para pengunjung pada saat pameran tersebut berlangsung. 

Tidak hanya itu, banyak juga warga yang datang untuk melihat secara langsung kapak batu hasil peninggalan kebudayaan lama milik orang asli Papua. Meski tidak dijual belikan, kapak batu ini juga berhasil menyedot perhatian banyak kalangan, tak hanya orang tua tetapi juga remaja atau milenial, bahkan beberapa media nasional juga turut datang untuk mewawancarai langsung pihak penyedia informasi.

Kegiatan Apkasi Otonomi Expo 2019 itu memang sangat bermanfaat bukan saja bagi pemerintah daerah tetapi juga bagi masyarakat luar karena melalui kegiatan itu, bisa mendapatkan informasi mengenai potensi-potensi atau keunggulan yang ada di setiap daerah. 

Dari hasil bincang-bincng dengan beberapa pengunjung, sebagian besar dari mereka sangat menginginkan  datang langsung di Kabupaten Jayapura  Papua. Mereka ingin melihat langsung potensi yang ada di Kabupaten Jayapura, termasuk potensi destinasi pariwisata yang ada. 

“Terus terang, kalau sebuah daerah mengusung pariwisata berbasis kebudayaan klasik atau wisata alam liar itu sangat menjual. Karena alam liar dan budaya yang masih asli itu hanya ada di daerah. Di kota memang masih ada tetapi sudah sedikit mengalami pergeseran. Harapan kami bisa ke Papua, mudah- mudahan biaya transportasi bisa normal khusus penerbangan ke Papua,” ungkap Arman, salah satu foto grafer asal Jawa Tengah  yang diamini rekannya saat berkunjung ke stand Pemkab Jayapura, Jumat (5/7).

Sekadar diketahui, Pemkab Jayapura berhasil membawa pulang satu penghargaan dalam pameran tersebut untuk kategori stand paling favorit. “Dari seluruh Indonesia, hanya ada satu untuk kategori Favorit, ” ungkap Enock Puraro.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE M.Si sangat mengapresiasi minat masyarakat untuk mengunjungi stand pameran milik Pemkab Jayapura. Dia mengatakan, apa yang dipamerkan itu merupakan sebagian kecil   kekayaan yang dimiliki Kabupaten Jayapura.(*)