Staf Ahli Bupati Paulus Sarira Saat mencoba Wifi dari Palapa Ring Timur mulai lakukan Ujicoba Jaringan internetnya  ( FOTO: Denny/ Cepos )

Namun Belum Terkoneksi dengan Provider Telkomsel

WAMENA – Proyek Palapa Ring Timur resmi beroperasi di Jayawijaya setelah dilakukan peresmian dan ujicoba pada satu menara Base Transceiver Station ( BTS) yang ada di Jalan Bhayangkara Wamena. Meski sudah berfungsi namun belum bisa digunakan secara optimal lantaran belum ada penyambungan kepada pihak ketiga yakni provider yang beroperasi di Jayawijaya, yakni Telkomsel.

    Bupati Jayawijaya melalui Staf Ahli Paulus Sarira mengakui jika  setelah proyek Palapa Ring Timur ini beroperasi maka diharapkan pelayanan pemerintahan, pelayanan publik bisa lancar khususnya dalam pengiriman -pengiriman dokumen yang berbasis online.

  “Hampir semua sistem pelaporan di pemerintah itu sudah menggunakan sistem online, kita berharap ada kemudahan kedepan untuk mengakses internet lewat Palapa Ring Timur ini,”ungkapnya Jumat (6/3) kemarin.

   Di tempat yang sama Kepala Dinas Kominfo Jayawijaya Isak Sawaki menyatakan, dengan ujicoba palapa ring yang telah aktif ini, maka saat ini hanya menunggu dari pihak provider untuk melakukan interkoneksi untuk menyediakan fasilitas jaringan internet yang memadai kepada masyarakat, karena untuk pemerintah daerah sendiri sudah tak ada masalah dengan layanan internet.

    “Pemda sudah menyurat ke Kementerian Kominfo dan tembusan ke Telkomsel untukmenyediakan layanan internet 3 Mb untuk Jayawijaya karena pertimbangannya kota Wamena merupakan kota transit sehingga masyarakat dari kabupaten lain juga menggunakan fasilitas yang ada di Wamena,”bebernya

    Secara terpisah Projek Koordinator Palapa Ring Timur Novri mengaku   untuk koneksi palapa ring ini baru uji coba. Artinya jaringan palapa ring ini sudah tersambung semua tinggal menunggu Provider yang masuk kesini antara pihak kedua dan ketiga lagi.

   “Semua sudah siap tinggal menunggu provider yang masuk saja, karena kita punya 3 BTS seperti di Wamena,  Maima,  sebagai pemancar, sedangkan BTS di Itlay Hisage dan Kurulu sebagai repiter atau penyambung antara kota Layanan yang ada di Pegunungan Tengah Papua,”jelasnya.

   Untuk kapasitas untuk perangkan yangada di Wamena dari Bakti menyediakan perangkat 1 GB, dari sisi Projek akan ada tambahan, namun kapasitasnya belum diketahui, Novri juga memastikan jika untuk layanan 1 GB sangat cukup untuk kebutuhan di Wamena.

  “Untuk pegunungan tengah ini ada 27 BTS yang dibangun beserta dengan repeaternya, dan masing -masing kabupaten ini repeaternya tergangtung. Artinya kita membangun BTS melihat konturnya juga atau mencari titik tertinggi agar tak ada yang menghalangi ke kota,”tuturnya.(jo/tri)