Beranda Uncategorized Otsus Masih Pilihan Terbaik

Otsus Masih Pilihan Terbaik

0
38

JAYAPURA – Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Markas Daerah Papua, Boy Markus Dawir menyampaikan bahwa jika membedah hasil Otsus selama ini diakui bahwa pasti ada plus minusnya. Selain berisi keberhasilan ternyata ada juga kegagalan, begitu sebaliknya. Tinggal bagaimana dari yang kurang – kurang ini dievaluasi untuk diperbaiki. Otsus lanjut Boy saat ini masih menjadi pilihan terbaik untuk sebuah proses pembangunan di Papua.  Menjadi program negara untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain.

Boy Markus Dawir (Gamel Cepos)

 “Harus kita akui bersama bahwa Otsus ada berhasilnya namun ada juga gagalnya juga. Satu contoh yang saya berikan adalah ada bupati yang tinggalkan pemerintahan selama 6 bulan dan mengendalikan pemerintahan dari  Jakarta da rakyatnya kebingungan,” sindir Boy disela- sela kegiatan bersih pantau dan penanaman mangrove di Pantai Holtekam, Rabu (12/8). Selain itu ada juga dana Otsus yang dikirim oleh gubernur kepada bupati dalam bentuk Program Respek dimana tiap kampung diberikan Rp 100 juta hingga terganti menjadi  Program Prospek namun ini ternyata tak digarap maksimal. 

 Akan tetapi keberhasilan Otsus menurutnya juga cukup banyak dimana ada ribuan anak – anak Papua yang dikirim  pendidikan ke luar daerah. Dikirim ke Australia, New Zealand, Belanda, Amerika dan lainnya termasuk dalam aspek keagamaan dimana sinode – sinode gereja termasuk rumah ibadah lainnya juga mendapat bantuan untuk mendukung program keagamaan. Lalu diakhir tahun 2020 ini Presiden juga meminta Otsus dievaluasi dan itu dilakukan oleh masyarakat Papua. Lalu kemendagri mengajukan revisi UU Otsus dan itu dilakukan pada pasal 34 ayat 6 terkait akan berakhirnya pemberian dana Otsus di Papua khususnya DAU nasional. Sebenarnya kalau 20 tahun maka akan berakhir tahun 2022 namun karena diikutkan dengan undang – undang maka akan berakhir tahun 2021 sehingga dilakukan revisi dan masuk dalam prolegnas.

 Pembahasan Otsus sendiri dalam Prolegnas masuk dalam nomor urut ke 42. Nah DPRP menyatakan akan segera melakukan pertemuan dengan pemerintah Papua Barat untuk membicarakan selain soal pasal 34 yang diajukan pemerintah tetapi memeriksa pasal apa yang perlu dipersiapkan. “Jadi pembahasan Otsus ini masuk di nomor 34 dan kami harus menyiapkan poin- poin evaluasinya semisal ada aspirasi yang meminta agar orang asli Papua tak boleh diangkat dan tak boleh diakui dan ini harus dicoret sesuai pasal 1 huruf T dan atau diakui dan diangkat, ini juga minta dihapus. Lalu  gubernur wakil gubernur, wali kota dan wakil wali kota harus orang asli Papua. Dan itu pasal yang dipersiapkan sebagai revisi tambahan,” imbuhnya. 

 Boy saat ini berpendapat bahwa Otsus merupakan pilihan terbaik dalam pembangunan saat ini dan apabila ada kekurangan maka itu yang harus diperbaiki. (ade/wen) 

error: Content is protected !!