WAMENA-Pemkab Jayawijaya akan mengevakuasi operasional pelayanan penumpang di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang mulai kembali dibuka 26 Juni 2020 lalu.

Pasalnya sejak dibuka, ditemukan ada 5 penumpang pesawat dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura yang dinyatakan terpapar virus Corona atau Covid-19 sehingga harus menjalani  perawatan di ruang isolasi RSUD Wamena. 

RAPID TES: Danrem 172 / PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan bersama istri menjalani rapid tes saat tiba di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya. ( FOTO: Denny/Cepos)

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengakui akan mengevakuasi kembali pengoperasian pelayanan penumpang di Bandara Wamena. Hal ini menurut Jhon Banua akan dibicarakan dengan Ketua Asosiasi Bupati se-Pegunungan Tengah Papua bersama Forkopimda. 

“Memang kita ada rencana adakan pertemuan namun menunggu ketua Asosiasi Lapago untuk melihat evaluasi penerbangan di Bandara Wamena. Dimana tiap pesawat yang membawa penumpang ditemukan pasien baru dari Jayapura,’ ungkap Jhon Banua, Senin (13/7). 

Dirinya juga mengakui sudah ada 5 penumpang dari Jayapura yang saat turun di Bandara Wamena dilakukan rapid tes dan hasilnya reaktif. Sementara dari hasil rapid tes di Jayapura dinyatakan non reaktif.

“Usai dirapid reaktif kita lanjutkan lagi dengan pemeriksaan swab test dan hasilnya positif terkonfirmasi  dan harus dilakukan perawatan lagi,” bebernya. 

Sejak dari pelayanan penumpang pesawat dibuka kembali di Bandara Wamena, Bupati Jhon Banua menyebutkan, ditemukan empat orang penumpang reaktif dari Jayapura. Namun setelah dilakukan swab, hasil pemeriksaan PCM ternyata satu orang positif. Kondisi ini menurutnya terus berkembang dan hampir setiap penerbangan ada ditemukan satu penumpang yang reaktif. 

Bupati Jhon Banua meminta petugas penerbangan atau KKP yang bertugas di Bandara Sentani, harus benar-benar teliti dan bertanggung jawab sebelum mengeizinkan calon penumpang berangkat. 

Pasalnya, sudah pernah ditemukan satu penumpang dari Jayapura yang hasil rapid tesnya reaktif namun bisa naik ke pesawatr dan tiba di Wamena.  

“Ini berarti pengawasan di Bandara Sentani tidak terlalu ketat. Untuk itu, selaku bupati Jayawijaya, saya meminta bukan hanya menjadi tugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk memantau melihat kelengkapan dokumen keberangkatan, pihak maskapai harus lebih ketat dalam hal pemesanan tiket dengan melihat ada surat izin masuk dari pemda yang dituju, maupun hasil-hasil rapid test yang sesuai dengan SOP Covid-19,”tutupnya.  (jo/nat)