JAYAPURA –General Manager Swiss-Belhotel Jayapura Papua, Elvriani Girsang menjelaskan, sampai dengan saat ini tingkat okupansi hotel belum sepenuhnya stabil. Hanya saja pencapaian okupansi untuk bulan Juni-Juli mulai ada pergerakan yang signifikan.

Suasana pelayanan di Swiss-Belhotel Jayapura yang telah menerapkan protocol kesehatan pada setiap pelayanan yang dilakukan bagi para tamu, Rabu (15/7) kemarin. ( FOTO: Yohana/Cepos)

“Semenjak bulan April – Mei okupansi benar-benar turun drastis. Bahkan yang kami rasakan okupansi hanya sampai 5 persen, kemudian naik lagi 8 persen, 10 persen dan sekarang menjadi 25 persen dari total 154 kamar,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (15/7) kemarin.

 Lanjutnya, selama penutupan bandara pihaknya hanya melayani beberapa tamu saja yang menginap di Swiss-Belhotel karena terjebak dan tidak bisa kembali ke daerah asal mereka, sehingga pihaknya hanya melayani tamu yang terlockdown di Jayapura selama bandara tutup. Secara otomatis tingkat hunian mengalami penurunan drastis yang tadinya bisa sampai 60 persen turun langsung menjadi 8 persen.

“Tetapi semenjak adanya relaksasi dari pemerintah, sekarang okupansi kita sudah naik di angka 25 persen. Ini sungguh membantu kami bahkan penggunaan ruang meeting sendiri sudah mencapai 40 persen, dimana khusus untuk penggunaan meeting room ini masih ditopang oleh kegiatan pemerintahan, karena kami juga dekat dengan Kantor Gubernur, sehingga setiap ada rapat dadakan pasti tempat kami menjadi pilihan,” jelasnya.

 Diakuinya, dalam pelayanan pihaknya telah melakukan prosedur pelayanan sesuai protokol kesehatan. Baik itu mewajibkan tamu mencuci tangan, mengukur suhu tubuh dan jaga jarak semuanya diperhatikan. Kebersihan juga lebih ditingkatkan lagi untuk memberikan keamanan dan kenyamanan para tamu maupun karyawan yang bekerja di Swiss-Belhotel Jayapura. (ana/ary)