MERAUKE-Lima  pelaku yang nyaris memperkosa seorang wanita berumur sekira 20 tahun di Pantai Lampu Satu  Merauke  pada Sabtu (26/12) dinihari sekira  pukul 01.00  WIT. Kelimanya berhasil diamankan  kepolisian Resor  Merauke  untuk proses  hukum lebih  lanjut.

   Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji  mengungkapkan kronologi terhadap korban yang nyaris  diperkosa di sekitar pantai Lampu Satu Merauke tersebut. Menurut Kapolres, pada malam itu  dirinya bersama dengan Kabag Ops dan sejumlah anggota  saat itu sedang menangani kasus senjata tajam dan pertikaian di  Lampu Satu  Merauke.  Kemudian memulai dengan ,mengejar   pelaku lainnya dari pertikaian  itu di dekat pantai.  

   “Tiba-tiba karena kita bersemangat malam  itu, kita bagi formasi. Kabag Ops ke arah kiri sedangkan saya ke arah kanan. Di sana ada hingar bingar lagu  distel dengan volume lagu yang sangat besar di bibir pantai. Saya suruh matikan mobilnya. Tapi tidak jauh dari situ, ada  sayup-sayup suara berteriak minta tolong. Saya melaju ke sana, tiba-tiba di situ ada wanita muda yang terakhir kita tahu berumur sekitar 20 tahun mau diperkosa. Laki-lakinya sudah menindih dengan baju setengah terbuka, sedangkan wanitanya sudah tertindih dengan penuh lumpur pasir,’ kata Kapolres. 

   Alasan dari para pelaku, kalau  korban lagi kesurupan. “Tapi  saya kan pernah melihat orang kesurupan dan lagaknya  tidak seperti itu. Sudah ada upaya dipukul dan  mau diperkosa. Di kepalanya sudah bengkak dan kita sedang selidiki. Mungkin  statusnya  wanita itu apa tapi bukan soal statusnya apa. Saat itu kejadiannya apa,” tandas Kapolres. 

   Sementara   itu, Kaur Bin Ops Reskrim Ipda J. Sitanggang menambahkan bahwa awalnya korban dipanggil oleh salah satu pelaku. “Mungkin mereka sudah pernah  tidur bersama di salah satu hotel yang ada di Merauke. Kemudian mereka janjian lewat telepon untuk ketemu. Nah, setelah ketemu, rupanya mereka beli minum minuman keras beberapa botol,” katanya.

    Miras tersebut diminum bersama dengan teman-teman  yang sudah menunggu duluan.  “Lima laki-laki. Dan setelah  minumannya habis, mereka pergi tambah lagi  dan disitulah mereka mabuk semua. Termasuk korban. Saat mabuk ada mobil  besar, dimana dari mobil seperti yang disampaikan pak Kapolres tadi dan ada suara minta tolong,” terangnya. 

   Dari para pelaku sendiri jelas  J Sitanggang, mengaku membantu korban karena kesurupan. “Tapi mencurigakan  karena  di beberapa tubuh korban ditemukan sejumlah luka lebam yang tidak wajar. Polisi tetap punya kecurigaan  jika korban  hendak diperkosa,’’ katanya. Para pelaku sendiri, tambah  KBO  Reskrim J Sitanggang dijerat Pasal  53 KUHP. (ulo/tri)