Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina. ( FOTO:  Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Papua selama Mei 2021 mengalami penurunan sebesar -1,21%.

 Kepala BPS Provinsi Papua Adriana Helena Carolina menjelaskan, penurunan NTP Papua sebesar -1.21 % tersebut dikarenakan perubahan indeks harga yang diterima petani, lebih lambat dari perubahan indeks harga yang dibayar petani.

 “NTP Provinsi Papua bulan Mei 2021 menurut sub sektor yaitu NTP sub sektor Tanaman Pangan, 101,59%, NTP subsector holtikultura 97,57%, NTP sub sektor tanaman perkebunan rakyat 101,68%, NTP sub sektor peternakan 105,94% dan NTP perikanan 112,10%,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos dalam rilisnya,  Jumat (4/6).

 Sementara itu, untuk NTP sub sektor perikanan dirincikan menjadi NTP perikanan tangkap 112,72% dan NTP perikanan budidaya 101,67%. Dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia, terdapat 25 provinsi mengalami peningkatan dan 9 provinsi mengalami penurunan.

 Sementara itu terkait dengan pedesaan Papua, pada Mei 2021 tercatat mengalami peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,11%. Sementara Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Papua pada Mei 2021 sebesar 104,80% atau mengalami penurunan sebesar 1,28%. (ana/ary)