Sejumlah pekerja sedang melakukan perawatan di tribun Stadion Utama di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura yang akan diresmikan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., Selasa (20/10) mendatang. ( FOTO: Dokumen)

JAYAPURA-Ketua Panitia  Peresmian Penamaan Stadion Utama di Kampung Harapan Sentani, Dr. Yunus Wonda, SH., MH., menyampaikan bahwa terhitung Kamis (15/10) hari ini masyarakat yang ingin hadir dan menyaksikan peresmian penamaan Stadion Utama di Kampung Harapan sudah bisa melakukan tes rapid di 16 titik yang disiapkan panitia. 

Hasil rapid inilah yang nantinya menjadi karcis masuk bagi warga. Jika hasilnya reaktif maka dipastikan tidak diizinkan untuk masuk.

 Nah 16 titik pemeriksaan tes rapid tersebut berada di PKM Kampung Harapan, Museum Seni Budaya Expo, Lapangan Basket SMA Teruna Bakti, Kantor Balai Bahasa Yoka, Fakultas Kedokteran Uncen,  Kantor Distrik Abepura, Kantor Dinsos Abepura, PKM Abepantai, Kantor Dinkes Provinsi, Lapangan Argapura, SMPN 3 Polimak, Kantor Klasis GKI Jayapura, Kompleks Pertamina Dok VIII, Balai Kampung Holtekamp, GKI Kanaan Koya dan SD Lanud Angkasa.

 “Ada sejumlah acara yang akan digelar pada 20 Oktober nanti di stadion utama Kampung Harapan dan target panitia ada 20.000 orang yang akan menyaksikan event tersebut,” ungkap Yunus Wonda di Entrop, Rabu (14/10). 

Ia menjelaskan pembukaan akan dilakukan dengan ibadah kemudian masuk pada acara resmi yakni laporan ketua panitia, laporan KONI Provinsi terkait persiapan atlet dan peluncuran buku OAP. Kadisorda Papua juga akan melaporkan jumlah venue yang sudah  selesai baik yang dibangun menggunakan APBD, APBN maupun termasuk soal berapa persen yang sudah dibangun dan 9 venue yang akan diresmikan termasuk stadion utama. 

 Disini juga akan diumumkan perubahan nama Bandara Sentani menjadi Bandara Dortheys Hiyo Eluay dan Stadion Papua Bangkit menjadi Stadion Lukas Enembe. “Termasuk momentum hitungan mundur atau kick down 365 hari menuju PON tahun 2021. Setelah itu selesai dan kita akan menyaksikan pertandingan sepakbola eksebisi antara sepakbola PON Papua dengan PON Jawa Barat.  Acara akan berlangsung sekira 5 jam  dan yang boleh masuk hanyalah mereka yang non reaktif dan tidak makan pinang, sekali lagi tak boleh ada yang makan pinang,” tegas Yunus. 

Disini Wakil Ketua I DPR Papua ini juga menjelaskan soal adanya pandangan bahwa mengapa panitia mengumpulkan massa di tengah situasi pandemi. Kata Yunus saat ini pemerintah sedang menuju new normal yang artinya boleh melakukan aktivitas namun wajib menerapkan standart protokol. 

“Kita tidak tahu Covid akan berakhir dan tidak mungkin menunggu. Kami memang tidak menjamin 100 persen steril  tapi bagaimana kami memaksimalkan dan jika ini sukses saya pikir ini akan menjadi contoh bagaimana pelaksanaan event lainnya. Selain itu tidak semua bangku diisi melainkan hanya 20.000 dari 46.000 dan itu ada jarak,” tambah Yunus. 

 Panitia kata Yunus, tidak mengundang tamu dari pusat dan hanya fokus mengurus peserta dari Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. “Keerom juga tidak kami undang karena kami lihat ini acaranya malam takutnya mereka akan kemalaman pulangnya,” pungkas Yunus Wonda. (ade/nat)