H. Ahmad Solehudin ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-Meski wabah Pandemi Covid-19 belum berlalu, namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jayawijaya merencanakan menggelr  salat  Idul Fitri di tiga  tempat, yakni Masjid Baitul Rahman Yapis Wamena, Masjid Polres Jayawijaya dan Masjid SPBU Lasminingsih Wamena. Tentu saja, pelaksanaan salat tetap mengikuti protocol kesehatan  dengan mengatur jarak antara Jamaah, cuci tangan, menggunakan masker dan tidak membawa balita karena rentan terhadap penyebaran Covid -19, serta tidak boleh berjabat tangan. 

   Ketua MUI Jayawijaya H. Ahmad Solehudin menyatakan pihaknya masih meminta dispensasi dari Pemerintah Jayawijaya dalam hal ini Plt Sekda untuk mempersiapkan itu. “Kita sedang mempersiapkan apa yang disampaikan oleh MUI Pusat dan Kemenag  sehingga menyiapkan dalam rangka menuju kesiapan salat  Jumat dan Sholat Idul Fitri sesuai protokol Covid -19,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (19/5) kemarin.

   “Dalam pelaksanaan salat Idul Fitri ini ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan oleh seluruh umat,. Mulai dari jaga jarak, penggunaan masker, tak bersalaman, serta juga tidak membawa Bayi, Balita untuk mengurangi penularan Covid -19,”katanya.

   Meski begitu, pihaknya mengaku tiga tempat yang sementara direncanakan ini belum pasti,  karena masih sebatas perencanaan awal. Jika ada perubahan tempat lagi, maka MUI Jayawijaya dan beberapa ormas akan kembali merapatkan persiapan ini untuk melakukan evaluasi dan prosedur pelaksanaannya.

  “Ini baru sebatas perencanaan awal saja, kita masih perlu lakukan evaluasi lagi dan melihat prosedur pelaksanaannya nanti, bisa saja ada perubahan -perubahan, sehingga akan dilakukan rapat dalam waktu dekat ini untuk melihat hal itu,” beber H. Ahmad Solehudin. (jo/tri)