SWEPING MASKER: Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., saat memantau pelaksanaan sewping masker di Taman Imbi, Distrik Jayapura Utara, Jumat (18/9) lalu.  ( FOTO: Yonathan/Cepos)

Terkait Hiburan Malam di Tengah Pandemi Covid-19

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., memberi pernyataan tegas soal adanya informasi menyangkut massa yang berkumpul di satu  tempat untuk menggelar hiburan malam. Kegiatan tersebut digelar di Abepura pada Minggu (11/10) malam dan kabarnya kegiatan ini dilakukan oleh salah satu event organizer di Waena. 

Wali Kota BTM meminta ini  menjadi perhatian semua pihak dan tidak dibiarkan. Apalagi saat pemerintah tengah menekan angka  penyebaran Covid-19, ternyata ada banyak masyarakat yang tak peduli dan tak mendukung upaya tersebut.  Bahkan BTM menyampaikan bahwa dari kejadian ini akan dibawa dalam rapat Forkopimda.

 “Saya Wali Kota Jayapura minta untuk komunitas ataupun EO yang menggelar kegiatan tersebut untuk tidak lagi melaksanakan kegiatan yang menghimpun orang banyak dan berpotensi menimbulkan penyebaran baru serta lahirnya klaster baru,” tegas Tomi Mano melalui ponselnya, Senin (12/10). 

Ia menyatakan semua pihak harus ikut bertanggung jawab menekan Pandemi Covid-19, sementara kegiatan hiburan hingga larut malam ini disebut tidak mendukung itu. “Temuan ini akan dibawa ke rapat Forkopimda, saya minta ini disikapi dan diseriusi. Jangan seenaknya,” tegasnya.

 Ia menegaskan tidak melarang aktivitas termasuk dari komunitas manapun. Namun jika sudah berbaur dengan jumlah orang yang banyak dan tidak mematuhi protokol maka hal tersebut harus disikapi. “Kalau mau itu bisa dikenakan sanksi atau bahkan akan kami pertimbangkan lagi soal izin operasional khusus EO,” tambahnya. 

Wali Kota BTM Tomi Mano juga meminta media menulis berita tentang diselenggarakannya acara pada malam hari yang melibatkan orang dengan jumlah seratusan. “Tolong bikin beritanya,  ini akan kami bahas ditingkat forkompinda. Saya juga minta pihak gereja ikut mengimbau anak-anak muda ini tidak terlibat dalam kegiatan seperti ini (joget – joget) termasuk orang tua perhatikan anaknya,” tutup Tomi Mano. 

Terkait acara hingga larut malam ini, Kepala Distrik Abepura, Dionisius Deda tak menampik. “Ia benar, itu kemarin malam,” singkatnya.

Sementara itu Kapolsek Abepura AKP Clief G. Philipus Duwith mengatakan, tuan rumah dalam hal ini salah satu event orginezer  harus bertanggung jawab  terhadap hal yang dilakukan yaitu mengadakan kegiatan di tengah pandemi Covid-19.

“Anggota saya ke TKP beberapa kali hanya untuk mengingatkan terkait dengan protokol kesehatan, tapi tak diindahkan. Saya juga menelepon RT dan RWnya, namun mereka tak berada di tempat,” kata Kapolsek.

Kapolsek menegaskan, tidak ada pemberitahuan yang masuk di Polsek Abepura terkait dengan acara yang diselenggarakan tersebut. Bahkan, ketika didatangi, para EO mengaku sudah meminta izin kepada kepala distrik.

“Saya pribadi tidak memberikan izin terhadap kegiatan tersebut. Mereka juga tidak memasukan izin di Polsek Abepura. Semua kegiatan yang berkaitan dengan goyang-goyang, Polsek Abepura  tidak pernah izinkan. Malu kita yang tiap hari menegur orang terus kemudian untuk hal-hal seperti itu  kita izinkan,” tegasnya.

Selama masa pandemi, Polsek Abepura diakuinya tidak pernah memberikan izin untuk kegiatan apapun. Namun, orang-orang yang tidak memiliki kepedulian dan ngotot buat kegiatan. (ade/fia/nat)