JAYAPURA-Pemprov Papua melalui Satgas Covid-19 Provinsi Papua memberikan perhatian serius terhadap daerah yang masih terjadi penambahan kasus positif Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., mengatakan dua kabupaten yang dipantau ketat saat ini yaitu Kabupaten Mimika dan Nabire. 

Pasalnya berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Rabu (12/8) kemarin, terjadi penambahan 31 kasus positif baru. Dari jumlah tersebut, 11 kasus berasal dari Mimika dan 10 kasus dari Nabire. Sisanya  Lanny Jaya dengan 4 kasus, Biak Numfor dengan 3 kasus, dan masing-masing 1 kasus di Merauke, Kabupaten Jayapura, dan Pegunungan Bintang.

“Tambahan 31 kasus ini menunjukkan bahwa upaya kerja keras harus terus dilakukan. Mimika bertambah 11 kasus positif dan Nabire bertambah 10 orang, menjadi perhatian bagi Gugus Tugas Covid-19 di kedua daerah untuk terus melakukan pemantauan ketat,” ungkap dr. Silwanus Sumule. 

Selain itu, kontak erat juga bertambah 79 kasus. Dimana 10 dari Kota Jayapura, 32 dari Mimika, 23 dari Paniai, 9 dari Merauke, dan 5 dari Kabupaten Jayapura. Sedangkan suspek bertambah 106 kasus, yakni 5 di Kota Jayapura, 21 di Puncak, 74 di Lanny Jaya, 3 di Mimika, 1 di Kabupaten Jayapura, dan 2 di Biak.

“Perhatian juga diberikan bagi Lanny Jaya dengan angka suspek yang tercatat sebanyak 74 orang. Oleh karenanya, petugas survey dan petugas kesehatan kiranya tetap melaksanakan 3T (trace, test, treat) agar kita dapat menemukan kasus secara dini sehingga mereka yang dinyatakan positif bisa mendapat penanganan lebih lanjut,” tuturnya.

Ditambahkan dr. Sumule bahwa angka pasien sembuh juga bertambah, yakni sebanyak 9 pasien. Dari jumlah tersebut terbanyak dari Pegunungan Bintang dengan 4 pasien, Kota Jayapura dan Mimika masing-masing 2 pasien dan Kabupaten Biak Numfor 1 pasien. 

Dengan demikian secara kumulatif, tercatat kasus positif mencapai 3.225 kasus. Dari jumlah tersebut 1.232 pasien masih menjalani perawatan, 1.958 kasus sembuh, dan 35 kasus meninggal dunia. Kontak erat sebanyak 3.105 orang, angka suspek sebanyak 689 orang, dan pemeriksaan PCR/TCM yang mencapai 32.865 sampel. (gr/nat)