Yanto Basna ( FOTO: Yanto Basna for Cepos)

Yanto Basna

JAYAPURA – Nama Yanto Basna mungkin tak setenar pemain Papua lainnya di kancah sepakbola tanah air. Tapi sapa sangka, bila pemain jebolan SSB Numbay Star itu menjadi pemain yang paling disoroti di pentas sepakbola Thailand.

Di tanah air, nama Yanto Basna awalnya mencuat ketika dipercaya masuk ke akademi Deportivo Indonesia pada tahun 2011. Selama setahun, pemain kelahiran Sorong, 12 Juni 1995 itu menimba ilmu di Uruguay.

Pada 2013, Yanto Basna melanjutkan pendidikannya ke akademi Sriwijaya FC. Di sinilah bakat sepak bola Yanto Basna semakin terasah. Setelah itu, Yanto Basna mengawali karier profesionalnya saat bergabung bersama Mitra Kukar. Membesut tim berjuluk Naga Mekes, Yanto Basna semakin dikenal sebagai bek tangguh karena berhasil mengantarkan Mitra Kukar menjuarai turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015.

“Bersama Mitra Kukar saya diberikan kepercayaan dan saya juga bekerja keras. Kemudian saya berhasil menjadi pemain terbaik di Piala Jenderal Sudirman yang membuat motivasi saya bertambah,” ungkap Yanto Basna kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Kamis (21/5).

Usai mengantarkan Mitra Kukar kampiun Piala Jendral Sudirman, Yanto Basna melanjutkan karier di Persib Bandung pada 2016-2017. Namun, pemain berpostur 182 cm itu hanya mendapatkan 17 kali kesempatan bermain. 

Petualangan Yanto Basna berlanjut, tahun 2017, Ia memutuskan bergabung dengan Sriwijaya FC pada 2017 dan sukses menjadi andalan dengan total 24 pertandingan. Ini menjadi langkah pembuka karier Yanto Basna ke internasional.

Saat memasuki musim 2018, Yanto Basna mendapatkan tawaran dari tim Liga 2 Thailand, Khon Khaen FC. Berawal dari situ menjadi langkah awal bagi Yanto Basna yang memulai karier di Thailand.

Selang beberapa bulan mengenakan jersey Khon Khaen FC, Yanto Basna memutuskan untuk pindah ke klub Liga 1 Thailand, Sukhothai FC pada November 2018. Hingga pada akhirnya, Yanto Basna kembali menerima pinangan PT Prachuap FC (Liga 1 Thailand) di musim 2020. Dari tim Thailand tersebut, Yanto Basna selalu sukses menjadi pilihan utama di lini belakang.

Meski kini sukses menjadi salah satu pemain Papua yang sukses meniti karier di kancah sepakbola Thailand. Namun pemain 24 tahun itu tak menampik, bila kapten Boaz Solossa adalah satu dari sekian alasan dirinya menjadi persepak bola.

“Saya tinggal satu kampung dengan kaka Boaz Solossa di Sorong. Jadi, saat bermain bola saya termovitasi dengan dia,” ujarnya.

Saat ini Yanto Basna masih berada di Thailand. Sama dengan negara lainnya, Liga Thailand pun saat ini masih ditangguhkan akiba dampak Pandemi Covid-19. (eri/gin).