Konsultasi publik  Raperda Kabupaten Merauke tentang penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika,  di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Selasa (27/8). (FOTO : Sulo/Cepos)

MERAUKE- Kabupaten Merauke melalui Dinas Komunikasi dan Informasi menargetkan akan masuk  sebagai salah satu dari 100  kota cerdas  atau smart City di Indonesia.  ‘’Target kita  adalah masuk sebagai 100 kota cerdas dan  kota smart di Indonesia,’’ kata  Kepala Bidang  Pengembangan Layanan Dinas Kominfo Kabupaten Merauke Nugroho Asrianto, ST, M.Si, saat    konsultasi publik terkait Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Merauke tentang penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika,  di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Selasa (27/8). 

   Nugroho Asrianto menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya sudah 2 kali dipanggil  oleh Kementerian Kominfo  untuk  wawancara    untuk masuk  100 kota  cerdas dan smart  tersebut. Hanya saja persoalannya, selama ini Kabupaten Merauke   belum memiliki regulasi   terkait dengan  Raperda yang sedang dilakukan konsultasi publik tersebut. 

  Namun demikian, lanjut dia pada tahun 2018 , salah satu   kampung di Distrik Tanah Miring yang mewakili Kabupaten Merauke   masuk dalam  inovasi pelayanan top 45 secara nasional. ‘’Itu merupakan penghargaan yang   tertinggi karena masuk dalam pelayanan TOP,’’ katanya.    

   Menurutnya, pemerintah  Daerah Kabupaten Merauke mempunyai inovasi pelayanan dimana pihaknya terus mendorong   dilakukan inovasi pelayanan. Alhasil, kata dia, dalam 2 tahun berturut-turut berhasil masuk dalam inovasi Top 45 dan Top 40 secara nasional.        Dinas Kominfo Kabupaten Merauke, kata Nugroho Asrianto akan terus mendorong   kampung digital dengan membuat sistem informasi kampung dimana setiap data  akan disimpan secara digital. Namun diakuinya,untuk membuat  ini bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Karena sampai sekarang ini   belum semua kampung  terakses dengan internet. Namun demikian, dengan  adanya dana  kampung  yang cukup besar, kampung diharapkan bisa membangun   tower  sehingga  pihaknya  tidak lagi membangun   tower tersebut namun  hanya menyiapkan aplikasinya dan peningkatan sumber daya manusianya  yang ada di setiap kampung.  

   Asisten Bidang  Pemerintah Umum dan  Hukum Sekda Kabupaten Merauke  Drs Agustinus Joko Guritno, M.Si  saat menutup  konsultasi publik  atas Raperda  tersebut mengungkapkan bahwa  setelah mendapat berbagai masukan , maka selanjutnya  Raperda  ini akan disempurnakan  untuk selanjutnya  diserahkan  untuk dibahas dan ditetapkan Dewan menjadi Perda. Joko Guritno menjelaskan dengan  Raperda yang akan  ditetapkan menjadi  Perda ini Merauke akan menuju smart city   dengan memberi pelayanan  secara e-government. ‘’Ini adalah sebuah tantangan di era  digital   yang akan kita hadapi. Tapi, kita bisa  mencontoh dari daerah-daerah lain yang  sudah menerapkan  e-government ini,’’ tandasnya. (ulo/tri)