*Siapkan Merah Putih 10 Km 

JAYAPURA-Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 tahun 2020, Pemuda Panca Marga Provinsi Papua bersama Rumah Bakau Jayapura mencatatkan sejarah dengan melakukan pembentangan merah putih sepanjang 1.000 meter.

Sambil diiringi dengan lagu-lagu nasional kemerdekan, kain merah putih itu dengan pelan dibentangkan oleh 370 pemuda/pemudi sepanjang Pantai Holtekamp Jayapura, Sabtu (15/8).

MERAH PUTIH: Marcel Mauri salah seorang pemuda dari komunitas Rumah Bakau saat berpose dari celah gulungan kain merah putih sepanjang 1000 meter. Merah Putih tersebut dibentangkan di Pantai Holtekamp Jayapura, dalam rangka perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-75, Sabtu (15/8). ( FOTO: Erik/Cepos)

Sebelum pembentangan, didahului dengan prosesi upacara yang dipimpin langsung oleh Ketua Pemuda Panca Marga provinsi Papua, Boy Markus Dawir.

Butuh sekira 30 menit untuk mencapai kedua ujung bendera tersebut. Meski terik matahari kala itu benar-benar menyengat, tak menyulutkan semangat jiwa kemerdekaan para pemuda agar merah putih tetap berkibar tanpa menyentuh pasir pantai.

Ketua Pemuda Panca Marga provinsi Papua, Boy Markus Dawir menjelaskan bahwa pengibaran merah putih tersebut merupakan inisiatif para Pemuda Panca Marga Papua dan Rumah Bakau Jayapura yang didukung Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua, Resimen Mahasiswa, pemuda Seireri, dan beberapa komunitas Pemuda Papua lainnya.

Kata Boy, bentangan merah putih sepanjang satu kilometer itu sebagai wujud jiwa nasionalisme pemuda Papua menyambut hari kemerdekaan HUT kemerdekaan RI.

“Kami ingin menyampaikan kepada dunia dan saudara kami dari Sabang sampai Merauke, bahwa Papua sampai saat ini masih menjadi bagian dari Indonesia,” ungkap Boy kepada awak media disela-sela pengibaran.

Ia mengajak seluruh pemuda Papua sebagai generasi bangsa, dengan momentum hari kemerdekaan dapat meningkat semangat pemuda Papua untuk terus mendukung cita-cita bangsa.

“Ini penting, terutama kepada generasi muda untuk bisa memaknai ini dan mempunyai semangat dan tekad mendukung, serta tidak terpengaruh dengan isu apapun,” ujarnya.

Boy Markus Dawir menyampaikan bahwa dari kirab di Pantai  Holtekam pihaknya mencoba mengajak pemuda untuk memikirkan apa yang sudah diletakkan pendahulu dan apa yang generasi saat ini lakukan untuk meneruskan dasar tersebut. 

“Semangat perjuangan ini yang perlu ditumbuhkan. Tidak mudah menyerah  sekaligus menunjukkan bahwa tak ada harga tawar untuk Papua dalam negara kesatuan ini,” tegasnya.

Dikatakan bahwa kirab dan pembentangan merah putih terpanjang ini hanya sebagai simbol bahwa Jayapura memiliki semangat yang sama dengan daerah lain dan memiliki jiwa kreatif untuk melakukan satu gerakan  masif sekaligus menyebar energi positif bagi yang lain. Ini dibuktikan dengan mengumpulkan ratusan anak muda untuk terlibat dalam pembentangan tersebut. 

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) itu juga menceritakan proses pembuatan merah putih tersebut. 

Kata Boy, merah putih murni dikerjakan selama sepekan oleh para Pemuda Panca Marga bersama Rumah Bakau Jayapura.

Bahkan Boy menegaskan, kedepan mereka akan kembali membentangkan merah putih sepanjang 10 kilometer sepanjang pantai Holtekamp Jayapura.

“Kedepan kita akan buat yang lebih panjang, rencananya kita akan buat 10 kilometer, untuk kita bentangkan di tempat yang sama. Dari Jembatan Merah (Youtefa), sampai di PLTU Holtekamp,” ucapnya.

“Kita siapkan untuk tahun depan. Tapi kalau dalam tahun ini sudah siap, mungkin kita akan bentangkan saat ulang tahun TNI 5 Oktober, atau dsaat Desember dalam memperingati Natal,” tutupnya.

Sementara itu, koordinator Rumah Bakau Jayapura, Theresia Paganggi menyampaikan bahwa perayaan hari kemerdekaan tahun ini terlihat semarak mengingat banyak kelompok anak muda yang mau berekspresi. 

“Kemarin ada juga yang bentangkan 200 meter di Jembatan Youtefa. Di Sentani ada juga, termasuk teman-teman komunitas molo Jayapura yang mengibarkan bendera di dasar laut,” singkatnya. (eri/ade/nat)