SAPA ANAK-ANAK: Mensos, Agus Gumiwang Kartasasmita, saat menyapa anak-anak korban bencana banjir bandang di Posko Pengungsian Stadion Barnabas Youwe (SBY) di Sentani Kabupaten Jayapura, Rabu (27/3).Yewen/Cepos

SENTANI- Menteri Sosial Republik Indonesi (RI), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengabulkan beberapa permintaan anak-anak korban bencana banjir bandang yang berada di Posko Pengungsian Stadion Barnabas Youwe (SBY), Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (27/3).

Beberapa perwakilan anak-anak meminta kepada Mensos untuk memberikan mereka seragam dan sepatu sekolah. Karena pakaian seragam dan perlengkapan sekolah lainnya telah terbawa banjir bandang, Sabtu (16/3) lalu.

Mensos Agus Kartasasmita mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh anak-anak merupakan sesuatu yang sangat penting, terutama mengenai pakaian seragam, tas sekolah, sepatu sekolah, dan lain-lain. 

Oleh karena itu, hal ini menjadi perhatian yang sangat serius dari pemerintah pusat, untuk melengkapinya, sehingga anak-anak bisa kembali melaksanakan aktivitas belajar mengajarnya di sekolah-sekolah seperti biasanya.

“Tentu hal-hal yang berkaitan dengan dukungan di sekolah seperti seragam, sepatu, tas, alat tulis, dan lain sebagainya itu tentu akan menjadi perhatian dari kami pemerintah pusat,” ujarnya di depan anak-anak.

Agus menyatakan sekolah merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu, pihaknya selaku pemerintah mendukung penuh keinginan dan semangat dari anak-anak, untuk sekolah kembali.

“Anak-anak harus kembali sekolah,, karena sekolah sangat penting,” ucap pria kelahiran 3 Januari 1969 ini.

Mensos meminta kepada stafnya, untuk menyiapkan peralatan-peralatan sekolah yang diperlukan oleh anak-anak di masing-masing posko yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Tolong disiapkan ya peralatan sekolah,” tutupnya sambil diiyakan oleh stafnya. 

Dalam kunjungannya ke Sentani, Mensos juga memantau secara langsung proses penanganan bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura. Dalam kesempatan itu Mensos menyerahkan secara langsung bantuan logistik santunan sebesar Rp 4,3 miliar yang diterima langsung Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayanto

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden Joko Widodo, dalam setiap kejadian bencana, Negara harus hadir di tengah-tengah rakyat. Kedatangan kami hari ini untuk memastikan penanganan bencana khususnya yang menjadi tugas Kemensos berjalan dengan baik,” tutur Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita kepada wartawan di posko utama Kantor Bupati Jayapura, Rabu (27/3).

Ia mengatakan bencana di Papua adalah duka bagi Indonesia. Tak menunggu lama setelah kejadian banjir bandang di Jayapura, Presiden Jokowi memerintahkan agar bantuan logistik diberikan. 

Menyikapi bencana alam di Kabupatrn Jayapura itu, pihaknya bersama Dinas Sosial Kabupatrn Jayapura  dan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) melakukan beberapa langkah. Yakni membantu proses evakuasi, melakukan pendataan korban, membantu pembersihan, mengelola dapur umum, pendampingan pengungsi, dan menyalurkan bantuan logistik secara bertahap. Total terdapat 80 personel Tagana yang diturunkan.

Adapun bantuan yang diserahkan sebesar Rp 4.362.531.300 terdiri dari bantuan logistik tahap pertama Rp 764.255.700, tahap kedua Rp 664.518.500, tahap ketiga Rp 760.710.700, tahap keempat Rp 493.046.400, dan santunan ahli waris. 

Santunan ahli waris dibagi menjadi dua tahap dimana setiap ahli waris mendapat Rp15 juta. 

Santunan ahli waris Tahap I untuk 71 jiwa sebesar Rp 1.065.000.000 dan tahap II untuk 41 jiwa sebesar Rp 615.000.000. Santunan tahap pertama siap dicairkan dan diserahkan secara simbolis oleh Mensos kepada 5 ahli waris. 

Bantuan logistik terdiri dari bantuan makanan siap saji dan lauk pauk, makanan anak,tenda serbaguna keluarga, tenda gulung, velbed, kasur, peralatan keluarga dan peralatan dapur keluarga, selimut, paket sandang, serta perlengkapan Tagana. (bet/roy/nat)