MERAUKE-Pemerintah terus berupaya menanggulangi permasalahan Covid-19 di seluruh pelosok Indonesia. Titik paling timur Indonesia yaitu Kabupaten Merauke, Provinsi Papua tak luput dari perhatian pemerintah pusat. 

Sebagai wujud keseriusan pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy selaku Ketua Dewan Pengarah Gugus Tugas  Penanganan Covid-19 bersama Ketua Tim Gugus Tugas Nasional, Letjen TNI Doni Monardo, Menteri Kesehatan Terawan A Putranto serta pimpinan Komisi VIII dan IX DPR RI turun langsung ke lapangan untuk meninjau sekaligus melakukan koordinasi bersama Pemkab Merauke.

Rombongan Menko PMK Muhadjir Effendy saat tiba di Bandara Mopah Merauke, Rabu (8/7). ( FOTO: Sulo/Cepos)

Menko PMK Muhadjir Effendy mengapresiasi kerja keras Pemkab Merauke dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. Dia mendapatkan laporan, kasus positif virus Corona di Merauke termasuk yang terendah di Provinsi Papua. Hingga 7 Juli 2020, di Merauke hanya terdapat 17 kasus positif.

“Saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas kerja keras bupati, wakil bupati dan seluruh jajaran termasuk aparat TNI dan Polri. Ini perlu dipertahankan,” pinta Muhadjir Effendy dalam rapat koordinasi bersama Wakil Bupati Merauke, Ketua DPRD Merauke, Pangdam Cenderawasih, Danlantamal Merauke, dan jajaran Pemda Merauke, Rabu (8/7). 

Mengenai fasilitas kesehatan khususnya dalam penanganan Covid-19 di Merauke masih minim, Muhadjir Effendy mengatakan, seluruh kekurangan akan segera ditindak lanjuti untuk dipenuhi. Oleh sebab itu, kebutuhan yang diperlukan akan diinventarisir oleh Menkes dan ketua Gugus Tugas.  

Menurut Muhadjir Effendy, apabila fasilitas kesehatan di Merauke dapat diperkuat, maka jalan menuju reformasi kesehatan semakin terlihat. “Kalau fasilitas kesehatan sudah bisa dipenuhi, rencana untuk reformasi di bidang kesehatan nasional bisa segera terwujud,” katanya.

 Momentum pandemi Covid-19, menurut Muhadjir, harus dimanfaatkan untuk menyempurnakan semua sektor kehidupan. Tidak hanya sektor kesehatan, tapi juga sektor kesejahteraan sosial juga perlu disempurnakan. Termasuk penyempurnaan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dalam penyaluran bantuan sosial  untuk masyarakat kurang mampu dan terdampak pandemi. Dikatakan, penyaluran bansos di seluruh Papua sudah baik. Seluruh skema mulai dari, BLT Desa, BPNT, dan PKH sudah dilakukan dengan baik. Namun diketahui penyaluran masih minim. Maka dari itu, menurutnya perlu kerja keras untuk segera mempercepat penyalurannya. “Saya lihat laporannya ada PKH, BPNT BLT dana desa sudah dilaksanakan dengan baik. Untuk wilayah Papua itu setahu saya berbagai macam skema bantuan itu, per 2 Juli kemarin saya lihat masih di bawah 40 persen. Ini memang harus kerja keras agar bantuan-bantuan bisa disampaikan,” tukasnya. 

Meskipun penanggulangan Covid-19 di Merauke sudah sangat baik, Muhadjir meminta kepada seluruh aparat pemerintah daerah Merauke tidak lengah. Terutama dalam menegakkan protokol kesehatan di tempat umum, misalnya sekolah-sekolah sudah diperbolehkan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka, dan penerapan di pasar tradisional. 

Menko Muhadjir meminta, protokol kesehatan harus betul-betul diperhatikan dan diterapkan dengan ketat. “Jangan sampai sekolah nanti menjadi cluster. Kalau sekolah menjadi cluster covid itu beritanya itu bukan hanya di Indonesia, tapi mendunia. Saya juga minta pada Pak Wabup, pasar tradisional juga mohon diperhatikan betul, karena kluster baru umumnya di pasar tradisional,” pungkasnya. 

Saat tiba di Merauke, Menko PMK dan rombongan langsung menuju perbatasan Sota untuk meninjau pembangunan PLBN Sota dan penanganan Covid-19 di Sota. Setelah itu, melakukan pertemuan di auditorium kantor Bupati Merauke. Dari Merauke rombongan melanjutkan perjalanan menuju Makassar, Sulawesi Selatan untuk kunjungan kerja. (ulo/nat)