SUMPAH/JANJI: Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, Heru Pramono, SH., MH., saat mengambil sumpah/janji 55 anggota DPR Papua Periode 2019-2024 di ruang sidang DPR Papua, Kamis (31/10). ( FOTO : Gamel/Cepos)

55 Anggota DPR Papua Resmi Dilantik

JAYAPURA – Agenda pelantikan 55 anggota DPR Papua yang lolos dalam Pileg 17 April lalu akhirnya dilaksanakan. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, Heru Pramono, SH., MH., dan proses pelantikan dilakukan dengan pengambilan sumpah jabatan ke 55 anggota yang baru. Rakyat Papua kini memiliki wakilnya dari berbagai daerah pemilihan. Sebuah amanah sedang diemban dan publik akan menilai siapa yang menjalankan mandat sesuai harapan termasuk siapa yang  hanya mencari keuntungan pribadi dari jabatan ini.

 Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Klemen Tinal, SE., MM., menyampaikan bahwa dengan dilantiknya anggota periode 2019-2024 ia yakin pembangunan akan berjalan secara berkesinambungan. Anggota DPRP diharap mampu membawa asprasi sebaik-baiknya sesuai aturan perundang-undangan. Sebab anggota DPR terpilih dan dipilih untuk memberikan perlindungan hak-hak rakyat secara berkeadilan  dan menjamin pembangunan kesejahteraan rakyat di daerah. 

 Anggota yang baru ini resmi diangkat berdasar SK Mendagri  Nomor 161.91-5399  tahun 2019 dimana Partai NasDem terdapat 8 anggota, Partai Demokrat sebanyak 8 anggota, PDIP sebanyak 7 anggota, PAN sebanyak 6 anggota, Partai  Golkar sebanyak 6 anggota. 

Partai  Gerindra sebanyak 5 anggota, PKB sebanyak 3 anggota, Partai Berkarya sebanyak 3 anggota, PKS sebanyak 3 anggota, Partai Hanura sebanyak 3 anggota, Partai Garuda sebanyak 1 anggota, PPP sebanyak 1 anggota dan Perindo sebanyak 1 anggota. 

 Wakil rakyat diminta bekerja jujur dan bertanggungjawab meski berlatar belakang partai berbeda. “Karena satu lembaga maka semua harus bekerja kepada seluruh masyarakat di Papua. Jangan karena berbeda partai akhirnya berbeda pendapat dan kehilangan keberpihakan pada rakyat,” ungkap Wagub Klemen Tinal. 

Dikatakan, anggota DPRP  juga harus membangun komunikasi, koordinasi yang baik serta menghindari pandangan yang tidak perlu sebab suara rakyat adalah suara Tuhan. 

Sementara dari kesepakatan partai NasDem dan Partai Demokrat sebagai dua partai peraih suara terbanyak akhirnya memilih Jhony Banua Rouw dan Thomas Sondegau sebagai pimpinan sementara. 

 Keduanya langsung duduk di depan dan memimpin sidang paripurna di hadapan puluhan anggota DPR lainnya. Keduanya ditunjuk partai untuk menjalankan posisi ketua sementara untuk mendorong proses dikukuhkannya ketua terpilih. 

Menariknya dalam sidang ini Thomas yang dikenal suka bercanda memulai sidang dengan kalimat tenang dulu. “Tenang..tenang dulu,” ujar Thomas sambil senyam-senyum. Spontan ujaran singkat ini memantik tawa termasuk dari ketua sebelumnya Yunus Wonda. 

Thomas dan Jhony diawal memang terlihat tegang karena baru pertama kali memimpin sidang resmi.  Bahkan keduanya terlihat terlibat diskusi singkat saat duduk di depan. 

Namun setelah membuka komunikasi, akhirnya disepakati untuk Thomas yang membacakan pengantar. “Tugas kami adalah mempersiapkan  tata tertib dewan untuk agenda pembekalan dan alat kelengkapan dewan baik fraksi, komisi dan ketua definitif,” jelasnya. 

Proses pelantikan berjalan lancar dimana setelah pengambilan sumpah janji, seluruh anggota DPRP terpilih berbaur menjadi satu bersama keluarga dan saling memberi ucapan selamat. (ade)