SENTANI- Dua kapal atau Bus Air yang didatangkan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia beberapa waktu lalu, akhirnya diresmikan secara langsung oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi,  Sabtu ( 25/9).

Di sela-sela peresmian 2 unit kapal tersebut, Menteri Sumadi meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura agar mengelola secara baik dua unit kapal yang di datangkan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia itu.

“Hari ini ada dua bus air yang sudah kita operasikan. Pada saat itu, saya  ketemu dengan Pak Bupati Mathius Awoitauw,  beliau bilang, Pak itu kalau di Danau Sentani bangun Bus Air, bagus sekali.  Kami respon dan hari ini kami resmikan.  Saya pesan kepada pak bupati agar ini dikelola dengan baik dan profesional,”kata Menhub Budi Karya Sumadi di Pantai Kalkote Sentani,  Sabtu 25/9.

Dia mengatakan, dalam kunjungannya ke Papua, selain meresmikan dua unit Bus Air ini, dirinya juga ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo untuk memastikan kesiapan fasilitas pendukung yang diperoleh dari dukungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Saya ditugaskan oleh presiden untuk memastikan dukungan dari Kementerian Perhubungan yang ada di Jayapura. Selanjutnya saya akan ke Merauke dan ke Timika. Kita memang banyak membangun infrastruktur di Papua dan Papua Barat. Tetapi khusus untuk kegiatan PON,  kita melakukan banyak program,”ujarnya.

Termasuk dari Kementerian Perhubungan menyerahkan 428 unit bus kepada Pemerintah Provinsi Papua dalam rangka  mendukung pelaksanaan kegiatan PON.  Bus ini akan ditempatkan di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura,  Timika dan uga Merauke. 

“Bus-bus itu sebagian kita sewa,   sebagian kita beli.  Yang nanti akan digunakan untuk Damri,  memastikan atau mengoperasikan kegiatan konektivitas yang ada di Papua.  Minimal di 3 tempat ini,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw mengatakan, setelah 2 unit Bus Air ini diresmikan, selanjutnya pihaknya akan menyiapkan skema tarif yang akan diberlakukan untuk menunjang kegiatan komersil dari siapapun yang akan menggunakan Bus Air ini.

” Tahap selanjutnya kita siapkan dokumen terkait dengan tarif untuk 2 unit Bus Air ini.  Sementara di konsultasikan ke bagian hukum dan apabila itu sudah, kita akan serahkan ke bapak bupati untuk ditandatangani,” jelasnya. (roy/tho)