Osvaldo Haay saat dijaga ketat oleh salah satu pemain Sepakbola PON Papua dalam laga ujicoba kedua di Stadion Barnabas Youwe Sentani, Sabtu (15/8). (FOTO: Erik / Cepos)

 JAYAPURA – Meski meraih kemenangan 2-1 atas All Star PON tidak membuat Sepakbola PON Papua bangga. Pelatih kepala, Eduard Ivakdalam menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus mereka benahi.

 ” Pemain eks PON dan juga pemain Liga saat ini mereka belum latihan penuh, sehingga kita belum bisa mengukur kemampuan kita. Tapi yang jelas pertandingan ini lebih bagus dari pada ujicoba pertama,” ungkap Eduard Ivakdalam kepada awak media saat ditemui di Stadion Barnabas Youwe Sentani, Sabtu (15/8).

 Menurut Edu – sapaan akrabnya- dalam laga ujicoba kedua tersebut, timnya memiliki banyak peluang. Tapi hanya 2 yang berbuah menjadi gol. Ia juga menyayangkan terjadinya gol tim lawan akibat kesalahan kiper mereka.

 ” Kaka-kaka mereka ini sangat membantu kita dalam dua kali ujicoba. Kami ada beberapa peluang tapi belum bisa dimaksimalkan dengan baik. Jadi ini bahan koreksi kita, sehingga ujicoba kedepan peluang ini tidak boleh sia-sia lagi, setiap peluang harus kita buat jadi gol. Ini masih kurang dalam tim,” ujar Edu.

  Laga ujicoba tersebut bisa menjadi yang terakhir bagi tim Sepakbola PON Papua bisa menjajal kekuatan pemain hebat seperti Boaz Solossa, Tinus Pae, Titus Bonai, Rycky Kayame, Osvaldo Haay, Todd Ferre, Gunansar, Marco Meraudje serta Otto Maniani.

 “Game ini bukan soal cari menang atau kalah, tapi game ini kita sangat butuh untuk melihat kesiapan tim kita saat ini. Bagaimana kita melihat fisik pemain, organisasi dan kekompakan tim. Mungkin ini laga ujicoba terakhir, karena mereka juga akan kembali ke tim masing-masing untuk melakukan persiapan jelang kompetisi,” ucapnya.

  Kedepan Edu berharap, KONI maupun Asprov Papua dapat memfasilitasi mereka soal penggunaan lapangan dalam laga ujicoba kedepannya.

 “Semoga saat ujicoba dengan tim lokal, kita bisa bermain di lapangan yang lebih luas seperti ini. Agar pemain benar-benar leluasa bermain, dan kita juga dapat melihat kekurangan mereka lebih jauh,” jelasnya.

 Bahkan, setelah Covid-19 berlalu, mantan pemain Persipura itu juga berharap mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk menjajal tim luar Papua.

 “Kita berharap setelah Covid-19 berakhir, semoga KONI dan Asprov bisa mensupport kita untuk try out keluar. Agar kita dapat mengukur kemampuan dengan tim di Pulau Jawa. Ujicoba dengan tim kualitas mempermudah kita untuk melihat kita punya kekurangan agar kita bisa perbaiki,” harapannya.

 Sementara itu, manajer tim All Star PON, Bude Hukunala mengatakan, bahwa dua laga ujicoba tersebut sangat bermanfaat untuk mengasah mental dari para pemakn tim Sepakbola PON.

“Kita ingin melihat respon dari para pemain Sepakbola PON saat berhadapan dengan pemain seperti Boaz, Tibo, Osvaldo dan Marckho. Dan saya melihat, pemain PON dalam dua laga ujicoba bermain sangat bagus, mereka bisa mengimbangi kaka-kaka mereka, bahkan hari ini mereka menang 2-1 setelah imbang 3-3 dipertandingan pertama,” tandasnya. (eri).