Pratu (Prajurit Satu) LYM alias Lakius. (jpnn.com)

JAYAPURA-Di tengah upaya aparat keamanan menindak tegas Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di Papua, seorang personel TNI malah bergabung dengan kelompok itu. 

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III pun sudah membenarkan hal tersebut. Mereka mengakui ada prajurit TNI AD yang berpaling dengan cara menjadi bagian KSB.

Asisten Operasi Kogabwilhan III, Brigjen Suswatyo menyebutkan, seorang oknum prajurit TNI berpangkat Pratu (Prajurit Satu) LYM alias Lakius dari Batalyon Raider 400, telah bergabung dengan KSB. Oknum anggota TNI berinisial LYM ini, telah  kelana yudha  (kabur dalam tugas) dan bergabung dengan KSB yang ada di Intan Jaya.

“Yang bersangkutan bergabung dengan KSB sejak 2 bulan lalu tepatnya pada Februari 2021. Pratu Lakius kabur tanpa membawa senjata. Tidak ada pengejaran dan kalau dia mau pulang ya pulang. Tentara kan banyak, dia tidak mau jadi tentara ya sudah,” ucap Suswatyo saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (16/4).

Menurut Brigjen Suswatyo, Lakius selama ini tidak disiplin. Dia melarikan diri dari satuannya dan nyeberang mengikuti OPM  yang ada di Intan Jaya.

“Bisa saja dia bergabung dengan kelompok Militer Murib atau Lekagak Telenggen. Jiwa pemberontak mau jadi apapun tetap menjadi pemberontak. Padahal dalam tentara sudah ada psikologi, hanya saja yang bersangkutan tidak disiplin dan ingin jadi OPM,” sesalnya.

Lakius menurutnya merupakan anggota Raider 400 yang berada dalam naungan Kodam  IV/Diponogoro, sempat ditugaskan di Kabupaten Intan Jaya sejak Agustus 2020 hingga Maret 2021. Namunn saat penugasan tersebut, Pratu Lukius membelot.

“Saat ini Pratu Lukius sudah dianggap sebagai pengkhianat dan masuk dalam daftar anggota KSB di Intan Jaya. Aparat keamanan dipastikan akan melakukan penindakan bila menemui yang bersangkutan,” tegasnya.

Ditambahkan, dengan bergabungnya Lukius ke KSB, tentunya tidak serta merta membuat kekuatan kelompok tersebut meningkat. “Semoga tidak ada gangguan apapun kepada masyarakat,” pungkasnya. 

Secara terpisah, Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III Kolonel Czi I. G. N. Suriastawa menyebut, informasi yang kali pertama diwartakan oleh media pendukung KBB itu terjadi sekira dua bulan lalu. “Walaupun hal itu benar, tetapi kejadiannya 12 Februari 2021 yang lalu,” ungkap dia kemarin (16/4). Personel Angkatan Darat yang bergabung ke KKB merupakan prajurit batalyon infanteri. 

Dikatakan, sebelum bergabung dengan KBB, Lukius berpangkat pratu. Dia merupakan anggota di Batalyon Infanteri 410/Alugoro yang bermarkas di Jawa Tengah. Meski baru diberitakan, Suriastawa memastikan kejadian tersebut sudah lama. TNI AD juga sudah mengambil langkah tegas. Dimana Lukius kini sudah dipecat dan berstatus desersi. Dia dianggap telah berkhianat kepada NKRI. 

Perwira menengah dengan tiga kembang di pundak itu memastikan bahwa Lukius tidak membawa satu pun senjata ketika meninggalkan satuannya untuk bergabung dengan KKB. Alasan membelotnya Lukius juga masih belum jelas. “Oknum prajurit tersebut kabur dari pos tanpa membawa senjata dan sampai saat ini tidak jelas keberadaannya,” terang Suriastawa. Lantaran sudah bergabung dengan KKB, Lukius turut dicari oleh aparat keamanan di Papua. 

Suriastawa menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam menyikapi aksi-aksi yang dilakukan oleh KKB. Bersama Polri, kata dia, TNI mengambil langkah strategis untuk memukul mundur kelompok itu. “Mempersempit gerak OPM (KKB, Red) sampai titik terlemah sehingga hanya ada dua pilihan bagi OPM. Menyerah dan bergabung membangun papua dlm bingkai NKRI atau terus diburu akan dibabat sampai ke akar-akarnya,” tegas dia. (fia/syn/nat)