WAMENA-Seorang warga bernama Daniel Nugroho (27) dilaporkan terkena panah saat melintas dengan kendaraan  di Gang Lumba-lumba,  Kota Wamena, Minggu (26/9) malam.  Pelaku berinisial KK (55) diduga mengalami gnagguan jiwa. Beruntung anak panah yang dilepaskan oleh KK tak berakibat fatal, karena hanya masuk 2 cm  dari kulit  dan sudah mendapat perawatan medis.

   Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh. Safei A.B, SE, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut, dan pelaku KK sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan terkait dugaan gangguan jiwa yang dialaminya.

   “Kita pastikan dulu apakah yang bersangkutan gangguan jiwa atau tidak, meskipun ada yang mengatakan jika pelaku gangguan jiwa. Jangan sampai mungkin pelaku mencoba panah namun terlepas dan tidak sengaja mengenai korban,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (27/9) kemarin.

   Ia menyatakan sudah pernah mengimbau kepada pemerintah daerah untuk masalah penerangan di jalan, khususnya untuk daerah yang sepi ini yang perlu dilakukan. Kalau dari PLN tak menjangkau, maka diimbau kepada masyarakat agar satu rumah memasang lampu ke arah jalan, seperti yang ada di Perumahan Kodim setiap rumah ada lampu ke jalan.

   “Ini untuk menerangi jalannya sendiri, kalau 10 rumah semua seperti itu maka akan lebih baik penerangannya, kemarin di jalan Lumba-lumba memang gelap, sehingga memang ada orang yang terpanah dan kita masih memastikan pelaku ini gangguan jiwa atau tidak,” bebernya.

   Saat melepaskan anak panah entah itu sengaja atau iseng, lanjut Kapolres, bertepatan korban lewat dan membonceng rekannya panah meluncur mengenai tas dan sedikit masuk ke pinggang  belakang korban sedalam 2 cm. Secara reflek rekan korban mencabut panah itu  dan mengantarkan korban ke RSUD Wamena untuk mendapat perawatan, sehingga korban masih bisa tertolong.

   “Korban sehat dan sampai saat ini masih dilakukan observasi, sementara pelaku kita masih melakukan pemeriksaan di Polres,” katanya.

   Ia juga menyatakan yang bisa memastikan pelaku dalam keadaan gangguan jiwa atau tidak tergantung hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis, sehingga belum bisa dipastikan apakah pelaku ini mengalami gangguan jiwa atau tidak.

    “Kita masih melakukan pemeriksaan lebih mendalam kepada pelaku dan memastikan kondisi kejiwaannya seperti apa,” tutupnya. (jo/tri)