KEEROM- Masyarakat Tolikara dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom telah membuka kebun yang diberi nama kebun Covid-19 yang berlokasi di Arso 8 Kabupaten Keerom. 

Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo, S.E, M.Si, saat meninjau kebun Covid-19 dari masyarakat Tolikara di Arso 8 Kabupaten Keerom, Selasa (30/6). ( FOTO: Yewen/Cepos)

  Kebun Covid-19 ini merupakan inisiatif dari Bupati Tolikara, Usman. G Wanimbo, S.E, M.Si  yang mengajak masyarakat Tolikara di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom untuk membuat kebun di tengah-tengah pandemi Covid-19 saat ini di Papua. 

  Selaku Bupati Tolikara, Usman. G Wanimbo mengatakan, dengan kondisi Covid,-19 secara umum ekonomi di Indonesia, khususnya di Papua tidak bagus. Misalnya pabrik-pabrik di wilayah Jawa dan sekitarnya sudah mulai minim mengirim bahan makanan (bama) ke Papua. 

   Oleh karena itu, menurut Usman pemerintah di Papua, khususnya Kabupaten Tolikara pihaknya mencoba memberikan contoh untuk membuka kebun yang dapat menyediakan pangan lokal, sehingga dapat menyambung hidup masyarakat Tolikara yang ada di wilayah Jayapura dan Keerom.

  “Kebun yang sudah kita buat ini sekitar 9-10 hektar dan sudah di tanam oleh masyarakat Tolikara yang berasal dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom,” ungkapnya kepada wartawan disela-sela acara syukuran pembukaan kebun Covid-19 di Arso 8 Kabupaten Keerom, Selasa (30/6).

   Kata Usman, dalam pembuatan kebun sampai penanaman tidak ada halangan dan hambatan, sehingga hari ini (kemarin-red) dilakukan ibadah syukuran oleh seluruh masyarakat Tolikara yang ada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom di Arso 8. 

  “Ini yang harus dilakukan oleh pemimpin daerah kepada masyarakatnya. Inilah yang kita kasih contoh, sehingga yang lain bisa lakukan dan mengikutinya kedepan di saat pandemi Covid-19 ini,” ucapnya. 

  Usman menjelaskan, di kebun Covid-19 ini pihaknya menanam berbagai tanaman, baik tanaman jangka panjang maupun jangka pendek. Misalnya tanam ubi-ubian, pisang, sayur-sayuran, cabe (rica), buah-buahan, kacang, dan berbagai tanaman lainnya. 

  “Ini merupakan kebun bersama masyarakat Tolikara. Nanti setelah itu kami akan lakukan panen rasa lagi,” jelasnya. 

  Usman berharap, masyarakat tetap berkebun di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini sampai nanti bisa dilakukan panen rasa secara bersama-sama. (bet/tri)