Suasana pertemuan antara Pemkab Jayapura dengan Forkopimda dan stakeholder lainnya menyikapi isu Kamtibmas di Kantor Bupati Jayapura, Kamis (17/6). ( FOTO: Robert Cepos)

TNI-Polri Siap Antisipasi Jika Ada Gangguan Kamtibmas 

SENTANI-Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si menggelar rapat dengan sejumlah Forkopimda Kabupaten Jayapura menyikapi adanya isu demo di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura. Rapat itu dilaksanakan di Kantor Bupati Jayapura, Kamis, (17/6).

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE MSi melalui Asisten 3 Bidang Administrasi Setda Kabupaten Jayapura, Timothous Demetouw mengatakan, dari hasil pertemuan dengan sejumlah Forkopimda, unsur TNI-Polri dan tokoh masyarakat di Kabupaten Jayapura terungkap bahwa TNI-Polri siap mengantisipasi adanya kemungkinan gangguan Kamtibmas di Kabupaten Jayapura. 

Untuk itu diminta kepada masyarakat di Kabupaten Jayapura agar tidak terprovokasi dan tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa.

“Mereka telah menyikapi hal itu lebih dulu dengan menyiapkan personel untuk membackup situasi kalau terjadi demo yang berkembang sampai di Kabupaten Jayapura, prinsipnya mereka sudah mengantisipasi hal itu lebih dulu,” ungkapnya.

Karena itu, pemerintah meminta kepada masyarakat di Kabupaten Jayapura untuk tidak terpengaruh dengan situasi itu. Karena dari sisi keamanan, semua itu telah diantisipasi lebih dulu. 

Sehubungan dengan itu, TNI-Polri sangat mengharapkan adanya dukungan  dari tokoh adat, tokoh agama untuk menginformasikan situasi Kamtibmas ini. 

Kemudian masyarakat juga tetap menahan diri mengikuti himbauan pemerintah dengan tetap berada di rumah dan mengerjakan pekerjaan yang bermanfaat seperti berkebun atau mengolah lahan pekarangan untuk mendukung program ketahanan pangan selama pandemi Covid-19 ini.

“Dari pihak gereja di semua wilayah Tanah Tabi  pada prinsipnya menyatakan diri tidak bergabung dengan situasi yang sedang berkembang untuk terlibat dalam demo'”ujarnya.

Apalagi kata dia, Kabupaten Jayapura sudah dicanangkan sebagai wilayah zona integritas kerukunan umat beragama dan juga integritas kerukunan antar budaya. Sehingga mereka tidak terpancing dengan isu ataupun situasi politik yang ada.(roy/tho)