Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Ir.H.Rustan Saru, MM., ikut melakukan sweeping masker di Terminal Mesran, Jumat (18/9) lalu. (FOTO: Humas Pemkot For Cepos)

JAYAPURA- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat menggunakan masker yang baik dan berbahan benar, termasuk perihal masker kain. Kain yang digunakan pun tidak boleh sembarangan.

 Ada beberapa masker yang digunakan oleh masyarakat seperti masker N95, masker bedah, dan masker kain, masker scuba, dan Buff.  Ada tiga masker yang direkomendasikan untuk menangkal/mencegah Covid-19 yakni masker N95, masker bedah, dan masker kain. Sementara masker scuba dan buff tak direkomendasikan karena bahannya yang tipis. 

 Beberapa daerah mulai kampanye memakai masker dari bahan kain yang berlapis, yang lebih frontal lagi yakni di Jakarta khususnya pengguna kereta listrik (KRL) yang tak membolehkan penumpang mengenakan masker scuba dan buff, karena kedua masker tersebut dinilai tak mampu memproteksi diri. 

 Lalu bagaimana dengan di Kota Jayapura yang angka pasien Covid-19 merupakan paling tinggi di Papua? Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru,.MM, mengungkapkan bahwa sampai saat ini penggunaan masker scuba masih bisa digunakan di Kota Jayapura.

 “Kita belum terima instruksi dari pemerintah pusat kalau masker scuba dan Buff tidak boleh digunakan saat aktivitas atau keluar rumah, memang dalam berita yang beredar pemakaian masker scuba dan Buff tidak boleh digunakan pada saat naik Kereta Rel Listrik (KLR),”katanya, Kamis (24/9)kemarin.   

 Oleh karena itu, diharapkan masyarakat tetap selalu menggunakan masker saat keluar rumah atau beraktivitas demi menjaga terkena penyebaran Covid-19 yang kini semakin meningkat tajam.(dil/wen)