Christian Sohilait (FOTO: gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Pendidikan, Perpusatakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, menyebutkan bahwa hingga kini masih terjadinya praktek kekerasan di institusi pendidikan. Oleh sebab itu, menurutnya, praktek militerisasi atau praktek kekerasan di luar institusi militer perlu untuk ditindak.

“Tindak kekerasan di institusi pendidikan tidak perlu kita bela karena memang itu bukan tugasnya guru. Banyak yang mau kita proses, salah satu di antaranya, yakni terkait data berapa banyak guru yang memiliki kasus kriminal,” jelas Christian Sohilait kepada wartwan, Selasa (4/2) kemarin.

Belum lagi, sambung Sohilait, kala menyinggung perihal kekerasan verbal yang kerap kali terjadi lingkungan sekolah. “Artinya, secara fisik (guru) tidak pernah memukul murid. Tapi, mereka datang ke sekolah dengan menggunakan army boots dan berjalan sambil memegang kayu. Ini yang disebut kekerasan verbal yang buat murid jadi takut, sehingga cara-cara seperti ini harus kita rombak,” tambahnya.

Di sisi lain, Sohilait pun meminta ruang untuk dapat membenahi pendidikan di Papua yang menurutnya sudah lama tenang. “Beri saya ruang untuk mengatur pendidikan di Papua yang sudah lama sekali tenang. Ini tidak ‘diganggu’ selama ini, sehingga tenang. Ketika saya ganggu, banyak orang yang heboh. Siapapun yang merusak pendidikan, saya pikir saya akan kejar,” pungkasnya. (gr/wen)