Pdt. Yulianus Wab Abaruda ( FOTO: Robert Cepos)

SENTANI-Mahasiswa asal Mamberamo Raya mempertanyakan realisasi penyaluran bantuan dana pendidikan dari pemerintah kepada ratusan mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di wilayah Papua dan luar Papua.

   “Kami mempertanyakan komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya untuk menyalurkan bantuan dana pendidikan yang sampai saat ini belum semua mendapatkan bantuan dana tersebut,” kata, Boasku salah satu koordinator mahasiswa kepada media ini melalui sambungan telepon, Kamis (18/6).

   Dia menjelaskan sebagaimana prosedur yang sudah di tetapkan oleh pemerintah daerah bahwa, seluruh  mahasiswa wajib menyerahkan data diri dan nomor rekening kepada pemerintah sebagai persyaratan untuk mendapatkan bantuan tersebut. Meski sudah memenuhi ketentuan itu, namun nyatanya bantuan itu tidak kunjung datang.

   “Dana dari Kasda sudah diserahkan ke Dinas Pendidikan, tetapi belum semua mendapatkan bantuan itu. Dinas pendidikan harus profesional untuk menyalurkan bantuan dana tersebut,” katanya.

   Hal Senada juga disampaikan oleh salah seorang pendeta yang juga tokoh masyarakat adat setempat, Pdt Yulianus Wab Abaruda. Dia mengatakan, akibat dari kondisi ini ada   banyak mahasiswa baik yang kuliah di Papua maupun di luar Papua yang menjadi korban. “Selama ini kami sudah tanya Bupati dan jawaban Bupati bahwa dana itu sudah diserahkan kepada bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya. Cuma realisasi dari  bantuan itu kepada sebagian besar mahasiswa  belum dilakukan, baik di Papua maupun di luar Papua,” tandasnya.

    Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya, Yulius mengatakan, dia sudah berusaha untuk menghubungi dan mencari bendahara dinas untuk mencari tahu progres pembayaran terhadap dana bantuan tersebut. Namun dia mengaku, belum bertemu dan mendapat respon dari bendahara dinas tersebut.

   “Jadi dari kemarin saya cari-cari bendahara, saya hubungi karena uangnya sudah diserahkan ke bendahara. Cuman saya cari bendahara kemarin tidak dapat. Saya telepon juga tidak nyambung. Itu yang saya mau cek  ke dia sebenarnya sudah sejauh mana pembayaran ini. Sudah berapa yang tersalur yang belum  berapa,” ungkapnya melalui sambungan teleponya.

  “Banyak  mahasiswa yang tanya ke saya katanya belum dapat. Sementara saya tidak bisa jelaskan karena yang melakukan pembayaran itu bendahara,” imbuhnya.

  Dia menambahkan, Penyaluran itu sebenarnya sudah dilakukan sejak dua minggu belakangan ini. Namun soal kepastianya, ia mengaku bendahara yang lebih tahu persis mengenai  waktu dimulainya  pembayaran  bantuan dana mahasiswa 2020 itu. 

   Dia menyebut untuk alokasi anggaran bantuan mahasiswa itu digelontorkan oleh pemerintah daerah setempat sebanyak Rp 4,3 miliar  untuk dibagikan kepada 500an mahasiswa melalui transfer bank.(roy/tri)