Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) Provinsi Papua menggelar Workshop Musik Etnik di Grand Abe Hotel, Kamis (23/5) malam.

Menyambut Pesparawi Tanah Papua di Timika

JAYAPURA- Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) Provinsi Papua menginisiasi digelarnya Workshop Musik Enik, di Grand Abe Hotel, Kamis (23/5) malam lalu. LPPD Papua Barat pun turut hadir ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

 Kabid Urusan Agama Kristen Kementerian Agama, Klemens Taran, membeberkan bahwa sebagai salah satu mata lomba dalam Pesparawi, baik di tingkat provinsi maupun nasional, musik etnik atau inkulturasi ditampilkan sebagai satu ciri dari daerah untuk memuliakan Tuhan dengan budaya masing-masing daerah.

 “Musik gereja inkulturasi adalah musik gereja yang bernuansa tradisi lokal di Indonesia yang bercirikan kedaerahan. Tak ayal, dalam Pesparawi, terdapat paduan suara etnik inkulturatif yang menjadi salah satu mata lomba yang diperlombakan, baik di tingkat nasional maupun provinsi,” ujar Klemens Taran dalam sambutannya.

 Sementara itu, membacakan sambutan Gubernur Papua, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Papua, Ani Rumbiak, menyebutkan bahwa Workshop Musik Etnik memiliki manfaat yang besar, terlebih dalam meningkatkan kualitas penggarapan lagu rohani bernuansa musik etnik.

 “Selain itu, musik etnik pun dapat kita jadikan sebagai wahana pengembangan music etnik dan peningkatan mutu serta kualitas karya musisi Papua dalam menjalin tali persaudaraan. Terlebih, ini bukan hal yang baru bagi para musisi paduan suara. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Papua sangat mendukung dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini,” jelas Ani Rumbiak.

 Di kesempatan serupa, Ketua Umum LPPD Provinisi Papua, Elia Loupatty, mengatakan bahwa music etnik menjadi jati diri LPPD Papua dan Papua Barat. Oleh sebab itu, music etnik ini harus dibahas dengan baik dalam workshop, terlebih dalam kaitannya dengan kebudayaan Papua, dan kaitannya dalam perlombaan di Pesparawi tingkat nasional maupun tingkat provinsi di Timika nanti.

 “Workshop ini penting, sehingga seluruh unsur dapat kita gali. Dalam menggali itu juga, hal-hal tertentu akan kita bicarakan sedalam mungkin. Intinya, konteks dari music etnik ini harus dipahami dalam workshop ini, sehingga ketika orang lain berikan penilaian, harus dipelajari dengan baik,” tambah Elia Loupatty. (gr/ary)