Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo,SE,M.Si didampingi Sekda Tolikara Anton Warkawani,SE dan Asisten II Sekda Tolikara Edie Rante Tasak bersama sejumlah OPD teknis tinjau jalan putus akibat longsor di kampung Baggeri, Selasa (10/3) pekan kemarin. ( FOTO: Diskominfo for Cepos)

KARUBAGA-Musibah tanah longsor terjadi di ruas jalan yang menghubungkan ibukota Kabupaten Tolikara, Karubaga menuju Distrik Wenam, tepatnya di Kampung Baggeri Distrik Wenam. Akibat terputusnya badan jalan ini, membuat akses kendaraan umum baik roda empat dan roda dua dari Karubaga Ibu kota Tolikara menuju Distrik Wenam hingga ke Wamena serta ke Puncak Jaya dan sebaliknya tidak bisa lewat.

   Sebab, longsoran badan jalan ini  mencapai lebih dari 10 meter dengan kedalaman sekira lebih dari  20 meter. Apalagi dataran tempat longsor memiliki kemiringan lebih terjal, sehingga tidak bisa membangun kembali di tempat yang sama, tapi harus membangun melalui di tempat lain.

  “Kita akan membangun jalan melalui tempat lain tidak bisa bangun jalan di tempat yang sama karena tempat longsor sudah jurang,” ujar Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo,SE,MSi saat meninjau musibah longsor di  Kampung Baggeri Distrik Wenam Tolikara, Selasa (10/3)  pekan lalu.

  Menurutnya struktur tanah Tolikara pada umumnya labil dan berair dengan topografi daerah Tolikara bergunung-gunung dengan kemiringan lereng lebih terjal. Sehingga daerah Tolikara seluruhnya berpotensi tinggi rawan bencana saat musim hujan, apalagi terjadi gempa bumi. Karena itu imbauan kewaspadaan kesiap-siagaan kepada masyarakat seluruh Tolikara selalu kami sampaikan setiap tahunnya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tolikara.

  Semua kendaraan roda dua dan roda empat dari luar menuju Kota Karubaga dan sebaliknya saat ini dialihkan melalui pertigaan Kampung Nanggulime ke Kota Karubaga. Sehingga aktifitas perekonomian dan pembangunan tetap berjalan seperti biasanya.

  “Sambil kami berupaya berkomunikasi dengan pemilik hak ulayat dan menyiapkan dana untuk bangun jalan, maka diimbau kepada seluruh kendaraan roda dua dan empat dialihkan melalui jalan pertigaan Nanggulime ke Kota Karubaga dan sebaliknya,” ujar Bupati Usman G. Wanimbo.

  Bupati Usman G. Wanimbo,SE,M.Si mengakui apabila Pemerintah Tolikara membangun jalan melalui tempat lain tentu harus bernegosiasi dengan warga pemilik hak ulayat. “Selain itu kami harus menyiapkan dana. Situasi ini membutuhkan waktu,karena itu semua warga terutama warga pemilik hak ulayat untuk mendukungnya.”tambahnya.  (Diskominfo Tolikara)*